Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Oktober 2023 | 21.04 WIB

Karhutla di Gunung Merbabu, Api Lalap 848,5 Hektare, Ratusan Warga Mengungsi

BELUM TERKENDALI: Api masih menjalar di kawasan hutan di lereng Gunung Merbabu seperti terlihat dari Boyolali Minggu malam (29/10). - Image

BELUM TERKENDALI: Api masih menjalar di kawasan hutan di lereng Gunung Merbabu seperti terlihat dari Boyolali Minggu malam (29/10).

JawaPos.com - Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) menyebutkan, luasan kebakaran hutan di Gunung Merbabu mencapai 848,5 hektare. Luasan tersebut masih bisa bertambah lagi melihat kondisi percepatan api dan angin kencang.

"Berdasar perhitungan dari kami sampai sore tadi (kemarin), luasan kebakaran mencapai 848,5 hektare. Dan, sebagian besar ada di ketinggian 2.000 mdpl," ujar Plt Kepala Balai TNGMb Nurpana Sulaksono seperti dilansir Jawa Pos Radar Semarang kemarin (29/10).

Lereng barat gunung setinggi 3.145 meter itu secara administratif masuk wilayah Kabupaten Magelang.

Lereng timur dan selatan merupakan wilayah Kabupaten Boyolali, sedangkan lereng utara masuk kawasan Kabupaten Semarang.

Tiga kabupaten tersebut ikut terdampak kebakaran Merbabu. Di wilayah Kabupaten Semarang, kebakaran melanda Desa Tajuk dan Desa Batur, Kecamatan Getasan. Untuk Kabupaten Magelang, api menjalar ke Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, serta Desa Kenalan dan Desa Pogalan di Kecamatan Pakis. Lalu, di Kabupaten Boyolali berdampak ke Desa Jlarem dan Desa Ngadirojo di Kecamatan Gladagsari serta Desa Sampetan di Kecamatan Ampel.

Dalam kebakaran itu, berbagai pohon seperti pinus, puspa, salam, dan akasia juga menjadi korban. ’’Sedangkan di ketinggian 2.000 mdpl (meter di atas permukaan laut), yang terdampak ada sabana atau padang rumput, edelweiss, cantigi, serta semak belukar,’’ terangnya.

Kalakhar BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan Tribiantoro mengungkapkan, pihaknya sudah mempercepat permintaan water bombing. Tinggal menunggu jadwal dari BNPB pusat. ’’Kami sudah mendesak agar segera direalisasikan karena melihat perkembangan kebakaran yang semakin meluas,’’ katanya.

Kondisi angin kencang dan lahan yang kering menjadi kendala pemadaman. Bahkan, pemadaman secara manual sudah tidak memungkinkan. ’’Hanya yang mendekati permukiman warga akan kami selesaikan dengan sekat api,’’ katanya.

Nurpana menambahkan, kebakaran juga mengakibatkan sebagian warga harus mengungsi. Setidaknya 89 penduduk diungsikan ke Kantor Balai Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

’’Mereka terdiri atas 51 orang dari Dusun Gedong dan 38 orang dari Dusun Ngaduman. Mereka terpaksa mengungsi karena asap tebal sudah sampai kampungnya,’’ jelas Nurpana kemarin.

Selain itu, lanjut Nurpana, sebagian warga lainnya mengungsi ke rumah-rumah saudaranya. Jumlahnya kurang lebih 400 orang dari dua kampung tersebut. Namun, ada juga yang memilih tetap tinggal di rumahnya karena tidak bisa meninggalkan ternak dan sebagainya. ’’Untuk yang di pengungsian, petugas telah menyiapkan kebutuhannya seperti makanan,’’ terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Semarang Mediarso menerangkan, titik api pertama diketahui pada Jumat (27/10) pagi di wilayah Dusun Sokowulu, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Kencangnya tiupan angin membuat api merembet ke arah bawah menuju wilayah Dusun Ngaduman, Kecamatan Getasan. Upaya pemadaman oleh tim gabungan langsung dilakukan melalui jalur darat berupa penyemprotan air, pembuatan sekat bakar, dan gepyok. (nun/ton/gih/c7/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore