Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 November 2018 | 20.58 WIB

Diresmikan Risma, Perlintasan KA Royal Plaza Kini Lebih Lebar

Sebuah kereta api melaju di atas rel perlintasan Royal. Jalur tersebut resmi diperlebar untuk mengurai kemacetan, Jumat (23/11). - Image

Sebuah kereta api melaju di atas rel perlintasan Royal. Jalur tersebut resmi diperlebar untuk mengurai kemacetan, Jumat (23/11).

JawaPos.com– Pengguna jalan yang melintas dari Royal Plaza hingga Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya, kini tidak lagi menggerutu. Pasalnya, jalan di perlintasan sebidang itu sudah diperlebar. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan jalur tersebut, Jumat (23/11).


Selama ini, lokasi tersebut memang sering macet. Kemacetan disebabkan penyempitan jalan alias bottleneck. Tak jarang pengendara yang melaju dari Royal Plaza dan Wonokromo uring-uringan. Mereka saling serobot, ingin menang sendiri, di tengah kondisi jalan yang menyempit.


Sebelumnya, jalur yang mengarah dari Royal Plaza juga terhalang dengan barrier warna oranye menjelang rel KA. Barrier itu menutup separo jalan. Otomatis kendaraan yang berada di lajur kiri, pindah lajur ke arah kanan. Alhasil, mereka bertumpuk dengan kendaraan yang sudah mengambil lajur tengah maupun kanan.


Dengan jalan yang lebih lebar, kini pengendara bisa lega. Sebelumnya, pengerjaan bantalan rel sepanjang 24 meter itu memakan waktu lama. Ruwetnya birokrasi antara Pemkot Surabaya dengan PT KAI Daop 8 Surabaya menjadi salah satu kendala. Alhamdulillah, mulai hari ini, semuanya sudah klir.


Pada peresmian tersebut, Risma menyebut bahwa penyelesaian bantalan rel, sekaligus pelebaran jalan itu tak hanya untuk mengurai kemacetan belaka. Dengan jalan yang lebar, risiko kecelakaan lalu lintas juga bisa diminimalisir. ”Jadi akan sangat mengurai kemacetan. Mudah-mudahan saja bisa,” sebutnya


Risma berharap pengendara yang melintas tetap waspada dengan kereta api. "Meski undang-undang memang mengatakan, tidak boleh ada perlintasan rel kereta sebidang. Artinya, ini bukan jalan pemkot. Jadi, sebenarnya kami masih butuh akses jalan u-turn (jalur putar balik, Red) ke arah Pasar Wonokromo," imbuh perempuan asal Kediri itu.


Di tempat yang sama, Kepala PT KAI Daop 8 Surabaya Suryawan Putra Hia menjelaskan, pelebaran jalan pada perlintasan tersebut atas dasar pertimbangan kepadatan lalu lintas. Untuk itu, dia mempercepat pengerjaannya satu bulan lebih awal. 


Meski demikian, pelebaran jalan tersebut hanya langkah awal. Suryawan mengatakan, ada wacana untuk membuat akses jalan yang bukan perlintasan sebidang."Tapi kalau menunggu itu (realisasinya) lama. Nanti kami akan koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk membuat akses jalan yang tidak sebidang,” kataya.


Suryawan tetap menghimbau agar pengendara tetap berhati-hati saat melaju di perlintasan samping Royal Plaza tersebut. Meski pihaknya sudah menambah satu orang penjaga, namun risiko kecelakaan tetap ada.


"Jangan pernah sekali-kali menyerahkan nyawa kita pada alat (pintu perlintasan) atau petugas jaga perlintasan. Sebab alat dapat rusak sewaktu-waktu. Penjaga juga sewaktu-waktu bisa berhalangan,” imbau Suryawan.


Editor: Dida Tenola
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore