Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Januari 2021 | 06.43 WIB

Peneliti Itera Pastikan Batu Jatuh di Lampung Tengah Adalah Meteor

Batu yang diduga meteor di Kampung Astomulyo Dusun 5 Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, Bandarlampung, Jumat (29/1). Camat Punggur/Antara - Image

Batu yang diduga meteor di Kampung Astomulyo Dusun 5 Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, Bandarlampung, Jumat (29/1). Camat Punggur/Antara

JawaPos.com–Sejumlah peneliti bidang studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang turun ke Desa Astomulyo, Dusun 5, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, telah memastikan bahwa batu yang jatuh di desa itu adalah meteor.

”Kita telah melihat batu yang jatuh ke rumah warga dan benar adanya batu tersebut adalah batu meteor sebab ada unsur logam di sana,” ujar Dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAK) Itera Robiatul Muztaba seperti dilansir dari Antara di Bandarlampung, Jumat (29/1).

Dia menjelaskan, diketahuinya unsur logam dalam batu tersebut setelah dilakukan uji dengan menggunakan magnet.

”Kita tadi sudah uji menggunakan magnet dan benar meteor. Untuk mengetahui unsur dan partikel lebih mendalam dari batu tersebut kita telah ambil sampel untuk dibawa ke laboratorium dengan memakan waktu sekitar seminggu pengujian,” terang Robiatul Muztaba.

Menurut dia, pengujian mendalam dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan radioaktif yang ada dalam batu.

”Kandungan radioaktif akan kita teliti jangan sampai ada penyalahgunaan salah satunya dikonsumsi masyarakat. Desa Astomulyo ini sangat beruntung karena mengalami fenomena jatuhnya meteor,” ujar Robiatul Muztaba.

Hal serupa juga dikatakan salah seorang dosen teknik geologi yang tergabung dalam peneliti Itera Danni Gathot Harbowo.

”Menurut penuturan warga batu sempat dalam keadaan panas 15 menit usai ditemukan, jadi imbauan bagi masyarakat bila mengalami fenomena tersebut diharapkan jangan panik dan segera melaporkan ke peneliti terdekat,” ujar Danni.

Dia mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk menghindari adanya efek tertentu akibat radioaktif yang ada dalam batu meteor.

”Batu harus kita lihat ada radioaktif atau tidak agar nanti diberi penanganan khusus, untuk batu meteor tersebut terlihat ada sisi warna hitam akibat pembakaran dan ada kandungan hidrat yang teroksidasi,” tutur Danni Gathot Harbowo.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=uQqY-ki5Shk

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore