Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Desember 2020 | 00.13 WIB

Karyawan Meninggal karena Covid-19, Puskesmas Gajahan Solo Ditutup

Ilustrasi pembangunan puskesmas di Kabupaten Sidoarjo - Image

Ilustrasi pembangunan puskesmas di Kabupaten Sidoarjo

JawaPos.com–Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta menutup sementara pelayanan kesehatan di Puskesmas Gajahan, Jalan Veteran No.46 Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, Senin (28/12). Penutupan itu karena ada salah satu karyawan terkonfirmasi positif Covid-19.

Sejak pagi (28/12), pintu gerbang Puskesmas Gajahan ditutup rapat dan ada papan pengumuman di depan pintu ditulis Puskesmas Gajahan ditutup, pelayanan kesehatan dialihkan ke Puskesmas Sangkrah dan Jayengan.

Menurut Kepala DKK Surakarta Siti Wahyuningsih, Puskesmas Gajahan untuk sementara ditutup tidak melayani masyarakat. Sebab, salah satu karyawan yang meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19.

”Kami mendapat laporan salah satu karyawan Puskesmas Gajahan ada yang terkonfirmasi positif Covid-19, pada Minggu (27/12) dan karyawan itu dikabarkan meninggal dunia pada sore harinya,” kata Siti Wahyuningsih seperti dilansir dari Antara.

Sitimengatakan, setelah mendapatkan laporan ada karyawan Puskesmas Gajahan yang terkonfirmasi positif, pihaknya langsung melakukan penelusuran dengan melakukan tes usap kepada 35 karyawan lain guna mendeteksi dini yang melakukan kontak erat.

”Satu karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan meninggal dunia itu, bagian administrasi atau tenaga pendaftaran di Puskesmas Gajahan,” terang Siti.

Karyawan tersebut dirawat di rumah sakit sejak 21 Desember dan informasi terkonfirmasi positif pada Minggu (27/12) dan sore harinya dikabarkan meninggal dunia.

”Kami lakukan penelusuran 35 karyawan Puskesmas Gajahan dengan tes usap dan menunggu hasilnya keluar sehingga puskesmas segera dibuka kembali melakukan pelayanan seperti biasa,” kata Siti.

Selain itu, Puskesmas Gajahan telah disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan seluruh ruangan dan bagian luar gedung.

Berdasar perkembangan data Covid-19 di Kota Surakarta, hingga Minggu (27/12), jumlah akumulasi terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 4.493 kasus. Sebanyak 224 masih dirawat di rumah sakit, isolasi mandiri 1.109 orang, dinyatakan sembuh 2.925 orang, dan meninggal dunia 235 orang.

Sementara itu, kapasitas RSUD Bung Karno Solo untuk pasien Covid-19 hampir penuh seiring dengan penambahan jumlah kasus yang terus terjadi. ”Saat ini, ketersediaan di RS Bung Karno sudah mencapai 3/4 dari kemampuan,” kata Direktur RSUD Bung Karno Kota Surakarta Wahyu Indianto.

Dia mengatakan, secara total kapasitas ruang isolasi maksimal untuk 58 pasien. Meski demikian, pihaknya menyediakan ruangan khusus lain yang mampu menampung 10–12 pasien.

Pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, lanjut Wahyu Indianto, dengan gejala ringan hingga sedang. Sedangkan untuk pasien dengan gejala berat langsung dirujuk ke RS Moewardi.

Mengenai asal pasien, Wahyu Indianto mengatakan, pihaknya tidak membedakan pasien dari dalam maupun luar Kota Solo. Namun, sejauh ini mayoritas pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Bung Karno berasal dari Kota Solo.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=vp6UKis92EI

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore