Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Desember 2020 | 23.16 WIB

Ansor Mojokerto Usulkan Riyanto Menjadi Pahlawan Nasional

SELALU DIKENANG: Makam Riyanto yang dipenuhi peziarah setiap kali menjelang Natal. (Sofan/Jawa Pos Radar Mojokerto) - Image

SELALU DIKENANG: Makam Riyanto yang dipenuhi peziarah setiap kali menjelang Natal. (Sofan/Jawa Pos Radar Mojokerto)

JawaPos.com - Aksi pengeboman di Gereja Eben Haezer, Jalan Kartini, Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, pada 24 Desember 2000 telah merenggut nyawa seorang anggota Banser bernama Riyanto. Kini, 20 tahun setelah tragedi itu, muncul wacana agar sang martir mendapat kehormatan gelar pahlawan nasional.

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Mojokerto Ahmad Saifulloh mengatakan, wacana tersebut muncul sejak beberapa tahun terakhir. Namun, pada momen dua dekade ini, wacana itu tengah didalami. ’’Sebenarnya sejak lima tahun lalu dari pimpinan wilayah sudah ada wacana ini. Sejak saat itu kami melakukan pendalaman agar ada follow-up yang riil,’’ ungkapnya Jumat (25/12).

Menanggapi wacana yang kian menguat itu, pihaknya mengkaji prosedur pengajuan gelar pahlawan. Dikuatkan pula dengan menyiapkan persyaratan apa saja yang dibutuhkan agar pengajuan tersebut bisa terlaksana. ’’Kami kuatkan dengan pendalaman-pendalaman perihal apa yang harus dilakukan.”

Saifulloh mengatakan, ada wacana lain yang juga sedang diupayakan untuk diusulkan. Yakni, usulan agar menjadikan 24 Desember sebagai Hari Kemanusiaan Nasional. Menurut dia, wacana itu tidak lain diusulkan untuk mengapresiasi sosok Riyanto yang inspiratif. ’’Tapi, target utamanya tetap mengajukannya sebagai pahlawan nasional,’’ terangnya.

Dua puluh tahun lalu, pada malam Natal, Riyanto berjaga mengamankan misa di Gereja Eben Haezer, Kauman, Prajurit Kulon. Di tengah acara, dia menemukan bungkusan mencurigakan. Anggota Banser NU tersebut langsung memeluknya dengan maksud untuk mengamankannya.

Baca Juga: Bareskrim Buru Laskar FPI, Pengacara: Siapa 4 Orang Itu?

Sayangnya, bom itu meledak sebelum sempat diamankan. Riyanto menyelamatkan nyawa ratusan jemaat yang sedang beribadah di dalam gereja. Semasa hidup Riyanto pernah mengatakan bercita-cita menjadi tentara dan mati syahid demi membela negara.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Fda1fEmJnKc

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore