
Ilustrasi kebakaran. Antara
JawaPos.com – Kebakaran hutan dan lahan gambut di Sumatera menyebabkan kabut asap tebal dan memaksa orang-orang bekerja dari rumah.
Insiden kebakaran yang terjadi pada hari Senin (2/10), pejabat setempat meminta masyarakat dan instansi pemerintahan memberlakukan Work From Home (WFH).
Sementara pihak militer, kepolisian, dan pemda bekerja sama untuk memadamkan 316 titik api yang menyebar hampir di seluruh provinsi Sumatera Selatan.
Usaha untuk memadamkan kebakaran, disebutkan sempat terhambat oleh angin kencan dan cuaca kering yang cukup ekstrim.
Dilansir dari AP, Selasa (3/10), kabut asap yang terbawa dari kebakaran hutan tersebut menuju Palembang yang menyebabkan kondisi udara menjadi tidak sehat bagi 1,7 juta penduduk di wilayah tersebut.
Kepala BNPB Sumsel, Iriansyah mengatakan, kabut asap yang cukup pekat ini berpotensi besar membuat masyarakat mengalami gangguan kesehatan akibat udara yang buruk.
Baca Juga: PTBA Bangun PLTS Irigasi Kapasitas 36 KWp di Sumatera Selatan, Mampu Aliri 35 Hektare Sawah
Pemerintah Sumsel pada pekan lalu sudah meminta sekolah-sekolah untuk menunda jam masuk menjadi siang hari karena pada siang hari kabut asap mulai berkurang.
Pada Senin (2/10) sekolah-sekolah memutuskan untuk melakukan kelas daring karena kabut asap yang semakin tebal dan berbahaya bagi kesehatan siswa.
“Kami khawatir karena kabut asap semakin parah di Palembang. Banyak anak yang sakit dan kami hanya bisa berdia agar bencana ini cepat berlalu,” kata Umi Kalsum, seorang pekerja swasta dan ibu.
Kebakaran hutan dan lahan gambut merupakan masalah tahunan di Indonesia yang juga membuat hubungan dengan negara tetangga menjadi renggang. Asap akibat kebakaran hutan telah menyelimuti sebagian wilayah Indonesia, Singapura, Malaysia dan bagian selatan Thailand.
Beberapa masyarakat Malaysia mengatakan telah merasakan asap akibat kebakaran hutan yang ada di Indonesia sejak pekan lalu.
Kepala Departemen Lingkungan Malaysia, Wan Abdul Latiff Wan Jaffar mengatakan kabut asap di beberapa wilayah di negara tersebut disebabkan oleh ratusan kebakaran hutan yang ada di Indonesia.
Pernyataan Malaysia ini dibantah oleh Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, ia mengatakan bahwa tidak ada kabut asap lintas batas dari Indonesia yang mengarah ke Malaysia.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
