
Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang juga sebagai Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, menghadiri peringatan Hari Jadi ke-73 Nahdlatul Wathan di Majelis Dakwah Hamzanwadi II, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (7/3). (Istimewa)
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang juga menjabat Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, menghadiri peringatan Hari Jadi ke-73 Nahdlatul Wathan di Majelis Dakwah Hamzanwadi II, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (7/3).
Dalam kesempatan tersebut, Raja Juli menegaskan bahwa amanah yang ia jalankan sebagai Menteri Kehutanan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya berkaitan dengan urusan duniawi, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral dan keagamaan dalam menjaga kelestarian alam.
“Saya sebagai santri menjalankan amanah sebagai Menteri Kehutanan di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, tentu tidak hanya menjalankan persoalan-persoalan kehutanan ini berkaitan dengan urusan duniawi saja,” kata Raja Juli.
Alumni Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat itu menjelaskan bahwa salah satu tugas yang diamanahkan kepadanya adalah memperbaiki tata kelola kehutanan nasional. Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui program prioritas pemerintah, yaitu perhutanan sosial.
Menurutnya, Presiden Prabowo memberikan arahan agar tata kelola kehutanan diperbaiki sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan.
“Pak Prabowo Subianto memerintahkan kepada saya untuk memperbaiki tata kelola kehutanan kita, termasuk di antaranya barusan saya menyerahkan sertifikat atau SK Perhutanan Sosial kepada kelompok tani di Lombok Timur ini untuk meningkatkan para petani hutan kita,” ujarnya.
Namun demikian, Raja Juli menilai tugas tersebut tidak hanya sebatas tanggung jawab pemerintahan. Sebagai seorang santri, ia meyakini bahwa amanah tersebut juga merupakan kehendak Tuhan yang disampaikan melalui kepemimpinan Presiden.
Ia menekankan, Tuhan menciptakan bumi beserta ekosistemnya dengan keseimbangan yang harus dijaga oleh manusia. Oleh karena itu, tindakan merusak alam dan hutan dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama.
“Jauh dari persoalan duniawi tersebut, saya meyakini sebagai santri bahwa amanah yang diberikan oleh Allah melalui tangan Pak Presiden Prabowo ini juga terkait dengan urusan agama kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Raja Juli menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil Kementerian Kehutanan harus memastikan tidak berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan. Ia pun berharap, berbagai kebijakan yang dihasilkan justru mampu menjaga kelestarian hutan dan alam Indonesia.
“Dulu sekali saya diajarkan kyai saya di pesantren bahwa Allah menciptakan bumi kita ini dengan segala ekosistemnya. Oleh karena itu Allah melarang kita merusak keseimbangan alam kita, merusak hutan kita,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022