Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2023 | 03.29 WIB

Kronologi Mahasiswi UMY Bunuh Diri Lompat dari Lantai Empat Asrama, Terjun dan Jatuh Telungkup

CEK LANGSUNG: Petugas Polres Bantul memeriksa tempat kejadian perkara meninggalnya mahasiswi di kompleks UMY Senin (2/10). (Dok Polres Bantul)

JawaPos.com – Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Yogjakarta (UMY) dikabarkan melakukan tindak nekat bunuh diri.

Mahasiswi UMJ atas nama Syakira Meandra Qadisah Febriana, 18, nekat melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari lantai empat asrama kampus, yang berada di Dusun Ngebel, Kalurahan Tamantirto, Kasihan, Bantul, pada Senin (2/10).

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengatakan bahwa dugaan sementara, korban bunuh diri karena depresi.

“Kemudian korban ditemukan meninggal dunia oleh seorang ustad pada Senin (2/10) sekitar pukul 06.15,” kata Jeffry, dilansir dari Radar Jogja (Jawa Pos Group).  

Adapun kronologi terjatuhnya Syakira dari lantai empat gedung asrama tersebut, pertama kali disadari oleh ustad Talkis Nurdiyanto yang saat itu sedang bekerja di sekitar TKP. Kala itu, Talkis tiba-tiba mendengar suara benda jatuh.

Saat diperiksa, ia melihat Syakira sudah terjatuh ke lantai dasar dalam kondisi tertelungkup, setelah diduga membentur genting dan lantai konblok. Saat diperiksa, ia tak merespon dan denyut nadi masih ada.

Talkis pun langsung meminta bantuan Sugeng Sudaryadi, salah petugas cleaning service, untuk mengevakuasi korban sementara di lantai dasar Gedung Y, dan kemudian menghubungi ambulans.

“Namun, karena tidak kunjung datang, maka satpam bersama ustad berinisiatif membawa korban ke RS PKU Gamping dengan menggunakan mobil milik ustad tersebut,” terang Jeffry.

Lebih lanjut, selang sekitar sepuluh menit setelah tiba di rumah sakit, Syakira dinyatakan meninggal dunia. Ia diketahui mengalami luka di kepala bagian belakang, luka dalam, patah kaki kiri bagian  bawah, lecet pada kaki dan tangan.

Selain itu, menurut keterangan tim Inafis Polres Bantul dan Piket fungsi Polsek Kasihan, korban diduga mengonsumsi obat bodrex sebanyak 20 biji dalam waktu bersamaan pada malam hari sebelumnya.

“Bungkus obat ditemukan di kamar. Dari keterangan saksi, korban teriak dan menangis histeris," kata Jeffry menambahkan.

Pada malam itu, lanjutnya, Syakira sempat dibawa ke rumah sakit karena mengalami muntah-muntah usai minum obat dalam jumlah banyak. Namun kemudian ia dipulangkan kembali ke asrama.

Tak sampai di situ, berdasarkan keterangan yang dihimpun, Syakira diketahui sempat mengirimkan pesan suara yang berisi keinginannya untuk mengakhiri hidup. Selain itu, ia juga pernah berkelakar tentang apakah lompat dari lantai empat akan mati atau tidak.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore