Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 September 2023 | 23.07 WIB

Jelang MotoGP Mandalika 2023 Hotel Mulai Penuh, Wisatawan Bisa Pilih Nginap di Homestay

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal Z.A. Kemendagri/Antara

 
JawaPos.com- Sejumlah hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika hampir terisi penuh jelang ajang motoGP Mandalika 2023, yang akan digelar Oktober mendatang. 
 
Event internasional yang akan digelar kurang dari sebulan lagi, tepatnya 13-15 Oktober 2023 ini banyak diminati, hal itu membuat hotel di Lombok hampir terisi penuh alias sudah terjual di periode tersebut. 
 
Mengantisipasi hal itu, bagi penonton yang membutuhkan penginapan bisa memilih alternatif lain yang masih banyak tersedia. 
 
 
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, H Lendek Jayadi, mengatakan bagi penonton ajang motoGP bisa memilih alternatif lain yang kini banyak tersedia seperti homestay. 
 
"Sebagai alternatif akomodasi bagi penonton ajang MotoGP, bisa menyewa Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) dan homestay," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah itu. 
 
Ia mengatakan Okupansi Sarhunta dan Homestay, terutamanya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika atau di lingkar Sirkuit Mandalika baru mencapai 30 persen dari total 1.200 kamar Sarhunta dan Homestay. 
 
 
Sedangkan untuk okupansi kamar hotel dan vila di kawasan Mandalika dari total 1.970 kamar telah mencapai 95 persen. Kamar itu telah dipesan baik oleh penonton maupun pebalap dan kru ajang MotoGP 2023.
 
"Artinya masih banyak kamar Sarhunta dan Homestay yang bisa disewa oleh penonton MotoGP, yang lebih dekat dengan Sirkuit Mandalika," katanya.
 
Disisi lain, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga berancang-ancang menyediakan penginapan alternatif berupa camping ground dan homestay. 
 
 
"Kita mulai mempersiapkan sejumlah desa wisata di Lombok Barat yang memiliki fasilitas camping ground dan homestay berbasis warga sebagai alternatif tempat menginap bagi wisatawan," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar M. Fajar Taufik.
 
Taufik mengatakan lewat ajang MotoGP, dia ingin mendorong agar penonton tentunya tidak sekedar menikmati ajang MotoGP saja.
 
Tapi juga bisa menikmati beragama wisata yang ada di Kabupaten Lombok Barat, mulai dari dari wisata alam, pagelaran seni, budaya, serta musik jalanan. 
 
 
"Kami ingin memberikan pilihan yang beragam dan sesuai dengan selera wisatawan. Selain itu, kami juga ingin mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui desa wisata,” kata Taufik.
 
Desa Wisata yang bisa jadi pilihan ini seperti Desa Wisata Lembar Selatan, Kecamatan Lembar; Desa Wisata Sedau, Desa Wisata Lembah Sempage di Kecamatan Narmada dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Sekotong yang memiliki camping ground.
 
"Wisatawan bisa menikmati suasana alam yang asri dan sejuk, serta berinteraksi langsung dengan warga setempat," ujar Taufik.
 
 
Sedangkan untuk desa wisata yang memiliki homestay berbasis warga adalah Desa Sesaot, Sedau, Sekotong Tengah di mangrove Tanjung Batu, Gerung Homestay de 76, dan Lembar Bougenville.
 
Dengan adanya homestay, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman menginap di rumah-rumah tradisional yang nyaman dan bersih.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore