Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 September 2023 | 05.50 WIB

Satgas Karhutla Sumsel Berjibaku Padamkan Karhutla Dekat Tol Palindra

Petugas Manggala Agni Daops Banyuasin berusaha memadamkan Kebakaran Lahan di Desa Sukarame, Pemulutan Barat, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan. Nova Wahyudi/Antara - Image

Petugas Manggala Agni Daops Banyuasin berusaha memadamkan Kebakaran Lahan di Desa Sukarame, Pemulutan Barat, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan. Nova Wahyudi/Antara

JawaPos.com–Satgas Karhutla Sumsel dibantu dua unit helikopter water bombing berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di dekat Jalan Tol Palindra (Palembang-Indralaya) Ogan Ilir. Petugas juga berupaya memadamkan api di titik lainnya di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Jumat (15/9).

Di lokasi karhutla di Kecamatan Pamulutan, Kabupaten Ogan Ilir, aktivitas pemadaman api terus dilakukan dari udara maupun dengan mengerahkan Tim Satgas Karhutla Sumsel personel dari damkar, BPBD, Manggala Agni, TNI/Polri, dan potensi masyarakat lain.

Kebakaran di kiri kanan Tol Palindra sebagian sudah berhasil dipadamkan, namun kobaran api masih terus merembet melalap semak-semak yang di kawasan itu akibat embusan angin yang cukup kencang dan suhu cukup panas di kawasan itu. Salah satunya di dekat Sungai Rambutan yang masuk wilayah Kabupaten OKI.

Kebakaran mengakibatkan kepulan asap tebal yang terbawa angin ke arah Kota Palembang. Tim Satgas Karhatla di Ogan Ilir juga mendapat tambahan bantuan sebanyak dua tim dari Manggala Agni Kabupaten Lahat. Tim yang berjumlah 20-an orang itu langsung bergabung dengan tim satgas di lokasi karhutla.

Kobaran api sempat menghebat pada Kamis (14/9) malam sehingga membuat suasana kiri kanan jalan Tol Palindra dikepung api. Namun tidak sampai mengganggu atau operasional jalan tol yang tetap bisa dilalui.

Sementara itu, petugas Satlantas Polres Ogan Ilir dan Polsek Pamulutan Ogan Ilir disebar melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di jalan tol maupun di jalan raya Palembang-Indralaya yang terdampak asap.

Kondisi lahan yang terbakar merupakan lahan gambut yang di atasnya semak dan rumput yang mengering karena terik matahari. Akibatnya api cepat merembet ke tempat lainnya akibat tiupan angin.

Asap karhutla di kawasan Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir sejauh ini belum berpengaruh terhadap aktivitas jadwal penerbangan dari dan ke Bandara Sultan Mahmud Baddarudin II Palembang.

”Penerbangan di Bandara SMB II masih normal dan tidak terganggu. Kami terus berkoordinasi dengan maskapai, dan semua aktivitas take off dan landing masih normal,” kata Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura II Bandara SMB II Iwan Winaya.

Dia menyebutkan, visibility dan jarak pandang untuk pendaratan dan terbang masih normal. Bahkan dua pekan terakhir ini tak ada keluhan dari pilot terkait dampak asap.

”Sejauh ini tak ada laporan dari pilot yang terganggu pendaratannya,” tutur Iwan.

Dia menyebutkan embusan angin cukup membantu menormalisasi jarak pandang, pada siang maupun malam hari. Bahkan untuk malam hari juga lebih aman terbantu dengan sistem GPS dan lampu pendaratan yang memandu pilot untuk mendarat maupun take off.

Debu karhutla juga mengotori rumah warga di Palembang dan sekitarnya. Debu disertai beberapa material bekas daun yang terbakar dan terbawa angin mengotori genting dan juga lantai rumah warga.

”Setiap pagi ada saja debu, hitam-hitam di teras rumah. Siang hari juga banyak, sehingga harus beberapa kali menyapu lantai,” kata Lina di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat, Kota Palembang.

Hal sama juga diungkapkan warga Palembang lainnya. Mereka mengaku tidak asing lagi dengan debu bekas karhutla.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore