
Prosesi permintaan maaf rombongan pasangan pengantin di balai desa Ngadisari, Sukapura.
JawaPos.com–Pengantin yang menggunakan flare pada prosesi prewedding, penyebab kebakaran Blok Savana, Bukit Teletubbies, Gunung Bromo, pada 6 September, akhirnya minta maaf. Tidak hanya berdua, dua orang Kru Wedding Organizer (WO) juga ikut meminta maaf secara langsung ke tokoh masyarakat Tengger, Jumat (15/9).
Kepala Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sunaryono mengatakan, kedatangan rombongan pasangan pengantin diterima di Balai Desa Ngadisari.
”Sekitar pukul 10.00, pasangan pengantin, dua kru WO. Satu kru tidak ikut karena orang tuanya sakit dan satu lagi yang tidak ikut karena ditahan di Polres Probolinggo,” ujar Sunaryono, seperti dikutip dari Radar Bromo, Jumat (15/9).
Rombongan tersebut didampingi keluarga dekat dan kuasa hukum mereka dalam prosesi permintaan maaf yang dilakukan rombongan tersebut. Suyono mengatakan, sejatinya tanpa adanya permintaan maaf dari rombongan tersebut pihaknya sudah memaafkan mereka semua. Hal itu sesuai dengan karakter masyarakat Tengger.
”Sebenarnya, sebelum meminta maaf, kita sudah memaafkan. Apa sudah terjadi kita sudah maafkan,” tutur Sunaryono.
Akan tetapi, meski pintu maaf telah dibuka dari awal, dia menyebutkan pihaknya tetap berharap proses hukum tetap berjalan.
”Bagi kami kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah. Kita harus arif dan bijak. Ibarat nasi sudah menjadi bubur. Ke depannya, khususnya tersangka harus introspeksi diri. Proses hukum harus dijalani. Begitupun pada yang lain (saksi),” terang Sunaryono.
Kebakaran Bukit Teletubbies kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), sejak Rabu (6/9) sampai Minggu (10/9) malam masih terjadi kebakaran yang dipicu flare prewedding di Blok Savana, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura.
Flare wedding itu dilakukan enam orang. Lima orang berstatus sebagai saksi, di antaranya pasangan calon pengantin berinisial HP, 39, asal Kedungdoro, Tegalsari, Surabaya; dan pengantin perempuan PMP, 26, asal Kecamatan Ilir Barat, Kota Palembang. Kemudian Kru wedding organizer (WO) MGG, 38, asal Kedungdoro, Surabaya; ET, 27, asal Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya; dan ARVD, 34, juru rias asal Tandes, Kota Surabaya; masih berstatus saksi.
Kepolisian telah menetapkan, satu orang tersangka dalam kejadian tersebut. Yakni, Andrie Wibowo Eka Wardhana, 41, manajer WO.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
