
Psikolog Hanna Rahmi menilai sosok Ganjar Pranowo sebagai pemimpin yang supel dan mudah diterima masyarakat.
JawaPos.com - Psikolog Hanna Rahmi menilai sosok Ganjar Pranowo sebagai pemimpin yang supel dan mudah diterima masyarakat. Karakter tersebut membuat Ganjar dapat dipercaya banyak orang. Hal itu diulas Hanna dalam acara bedah buku "Hitam Putih Ganjar, Jejak Kepemimpinan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah" di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Kamis (14/9).
Hanna mengatakan, dari sisi psikologi Ganjar adalah pemimpin ekstrovert yang supel dengan gaya kepemimpinan energik dan mudah berbaur. Karakter tersebut menjadikan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) dua periode itu mudah diterima masyarakat.
“Hal itu yang dapat dijadikan modal dari model kepemimpinannya yang transformasional sehingga mampu meng-influence masyarakat untuk mengikuti beliau,” kata Hanna.
Menurut Hanna, sosok pemimpin ekstrovert seperti Ganjar pada umumnya bersikap terbuka dalam segala hal. Sebab itu Ganjar mudah dipercaya oleh masyarakat. Dari kepribadian ekstrovert juga, Ganjar bisa menjangkau semua kalangan ataupun kelompok masyarakat. Hal ini menjadikan Ganjar dikagumi banyak orang.
“Ganjar mampu ke semua kalangan baik itu muda, tua, laki-laki, perempuan, itu yang membuat seorang Ganjar Pranowo itu disenangi dan dikagumi. Tidak hanya mereka yang berusia dewasa, tapi juga anak-anak, remaja, dan ibu-ibu,” kata Hanna.
Menurut Hanna, karakteristik tersebut menjadi modal berharga bagi Ganjar untuk bisa menjadi pemimpin masa depan yang mampu merangkul seluruh kalangan masyarakat.
“Jadi dari beberapa kelebihan beliau selain dengan gayanya yang lues, dan kemudian beliau punya filosofi jawa ‘Dipangku Mati’ sehingga dia mampu merangkul semua kalangan. Itu modal utama untuk menjadi pemimpin,” pungkas Hanna.
Sementara itu, pakar Ideologi Nasional Sudhamek menyebut kepemimpinan Ganjar yang supel itu pun menjadikan Jateng sebagai salah satu provinsi paling toleran. Seperti diketahui, Ganjar membawa Provinsi Jateng mendominasi 10 kota paling toleran di Indonesia versi SETARA Institute. Adapun kota di Jateng yang termaktub dalam raihan itu adalah Salatiga, Surakarta, Semarang, dan Magelang.
“Beliau merawat toleransi dengan baik sekali. Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan toleransi terbaik. Itu yang harus terus dilakukan di tingkat nasional dengan tanggung jawab yang lebih besar lagi,” pungkasnya.
Selain Hanna dan Sudhamek, turut hadir sejumlah narasumber bedah buku yakni Pakar Administrasi dan Kebijakan Publik Agung Firman Sampurna, Pengamat Politik Fahry Ali, Dosen dan Akademisi FISIPOL UGM Ari Dwipayana, hingga Sejarawan Asvi Warman Adam.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
