Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 September 2023 | 19.18 WIB

Biaya Pemadaman Karhutla Gunung-Gunung di Jatim Tembus Rp 4,5 M

JALUR DARAT: Petugas gabungan memadamkan titik api di kawasan lereng Gunung Bromo. Hingga kemarin (13/9), upaya pemadaman masih berlangsung. - Image

JALUR DARAT: Petugas gabungan memadamkan titik api di kawasan lereng Gunung Bromo. Hingga kemarin (13/9), upaya pemadaman masih berlangsung.

JawaPos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah gunung besar di Jatim pada musim kemarau kali ini begitu besar. Efeknya pun berantai. Selain kerugian begitu besar, biaya pemadaman yang harus dikeluarkan juga tidak sedikit. Mengingat, hingga kini upaya pemadaman berlangsung.

Hingga kemarin (13/9), pemadaman karhutla dilakukan di kawasan Gunung Bromo. Meski sudah jauh berkurang, titik api masih terlihat di sejumlah lokasi. Misalnya, di Bukit Keciri, Njemplang, dan Watu Gede.

Selain pemadaman lewat jalur darat dengan melibatkan tim gabungan, upaya mematikan api kembali dilakukan via jalur udara. ”Hari ini (kemarin, Red) ada water bombing. Dua helikopter melakukan pemadaman sejak pagi sampai sore,” kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto.

Terkait dengan besaran dana yang diperlukan untuk penanganan karhutla, baik di Arjuno maupun Bromo, Gatot tidak menampik bahwa anggaran yang dikeluarkan memang tidak sedikit. ”Hanya, sejauh ini angkanya belum diketahui karena masih dihitung,” ujarnya.

Namun, berdasar hitung-hitungan yang pernah dibuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemadaman karhutla di Jatim kali ini sangat besar. Yang paling terasa adalah penggunaan water bombing.

Jika dirata-rata, per hari biayanya diestimasi mencapai Rp 450 juta (dengan asumsi setiap jamnya senilai Rp 150 juta). Proses ini sudah berlangsung lebih dari 10 hari. Artinya, biayanya bisa tembus Rp 4,5 miliar.

Padahal, proses water bombing masih berlangsung. Jadi, kebutuhan dananya masih bertambah. Belum termasuk kebutuhan operasional pemadaman lainnya. Mulai penyediaan logistik, personel, hingga lainnya.

Di bagian lain, imbas maraknya karhutla di wilayah pegunungan di Jatim, Perhutani Divisi Regional (Divre) Jatim menutup seluruh jalur pendakian. Kebijakan itu diterapkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Setidaknya ada sejumlah jalur pendakian yang ditutup. Di antaranya, Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Gunung Penanggungan, Gunung Butak, dan Gunung Kelud.

Kepala Perhutani Divre Jatim Amas Wijaya menyampaikan, penutupan dilakukan pada kawasan yang menjadi wilayah Perhutani. ”Surat edaran diberikan kepada seluruh pemangku wilayah kawasan hutan,” ujar Amas.

Menurut dia, instruksi penutupan tersebut merupakan upaya preventif dalam mencegah kebakaran hutan yang akhir-akhir ini melanda sejumlah wilayah. ”Seluruh pengelola hutan diminta untuk selalu siaga dalam mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan. Serta berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan,” tuturnya. (hen/c14/ris)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore