Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 September 2023 | 21.35 WIB

Viral Pengantin Gelar Resepsi di Pasar di Jogja, Begini Cerita dari Pihak Keluarga

Pernikahan berlangsung tepatnya di Pasar Ngijon, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Jogjakarta, pada Minggu (10/9) lalu. (Akun TikTok @blessing07_) - Image

Pernikahan berlangsung tepatnya di Pasar Ngijon, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Jogjakarta, pada Minggu (10/9) lalu. (Akun TikTok @blessing07_)

JawaPos.com – Resepsi pernikahan pasangan Aryanda Ahmad Muttaqien dan Rahma Matsna Aulia menjadi sorotan warganet, setelah video pernikahannya yang digelar di tengah pasar tradisional itu viral di sosial media.

Pertama kali diunggah oleh akun TikTok @blessing07_, pernikahan tersebut berlangsung tepatnya di Pasar Ngijon, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Jogjakarta, pada Minggu (10/9) lalu.

Melihat animo warganet yang luar biasa, perwakilan keluarga pun membeberkan alasannya menggelar pernikahan di tengah pasar. Rachmat Faizul, bercerita kepada JawaPos.com, Rabu (13/9), bahwa konsep resepsi di tengah pasar itu mulanya adalah ide dari ayah mempelai perempuan.

Baca Juga: BPKP Jadikan Jateng Contoh Penerapan Good Governance, Pengamat Nilai Layak Ditiru Daerah Lain

“(keluarga pihak perempuan) Memang juga termasuk yang dituakan di daerah kami dan salah satu anggota paguyuban pasar juga, karena kebetulan kami juga ada usaha jasa fotocopy di area Pasar Ngijon yang juga merupakan rumah kami,” kata Faiz, sapaan akrabnya.

Faiz menjelaskan, karena posisinya yang di sekitar pasar, pihaknya pun turut menggandeng para penjual Pasar Ngijon untuk turut menyemarakkan hajatnya.

Selain itu, kata dia, tujuan lainnya juga untuk mempromosikan Pasar Ngijon kepada lebih banyak orang yang datang sebagai tamu undangan. Terlebih lagi, kini Pasar Ngijon menjadi kian dikenal setelah viral di sosial media.

“Karena, sebagai sarana untuk mendongkrak perekonomian khususnya pasar tradisional terkhususnya lagi Pasar Ngijon, yang mana memang lokasinya persis di depan rumah kami, harapannya bisa ikut mempromosikan pasar juga,” jelasnya.

Sebagaimana dalam video yang beredar, para penjual Pasar Ngijon menyajikan aneka makanan tradisional seperti dawet, martabak, cenil, gethuk, jenang, tiwul dan lain lain. Bahkan, beberapa makanan utama seperti bakso, juga dihadirkan beserta gerobaknya.

Menariknya, para penjaja makanan itu juga turut memakai pakaian bagus nan rapi. Sehingga tampak semua orang terlibat dalam pernikahan ini, bukan sekedar sebagai penjual di pasar sehari-hari.

“Seluruh makanan yang ada dalam acara ini didatangkan dari pedagang pasar itu sendiri,” imbuhnya.

Baca Juga: Menko PMK Minta Pemda Alokasikan Anggaran untuk Pembangunan Kepemudaan dan Keolahragaan

Lebih lanjut, selain berlokasi di pasar tradisional, konsep pernikahan Aryanda dan Rahma juga berjalan dengan tradisional khas Jogja. Dalam proses pernikahannya, terdapat proses kirab di mana sang pengantin diarak dengan menaiki andong dan dikawal oleh pasukan bergodo.

Faiz meneruskan, maksud lain daripada sekedar pernikahan keluarga kini telah tercapai, yakni membuat Pasar Ngijon dikenal luas oleh masyarakat. Ia pun berharap, dengan ini roda perekonomian masyarakat Pasar Ngijon dapat meningkat.

“Semoga bisa mendongkrak nama Pasar Ngijon sehingga semakin orang banyak yang tahu dan pasar makin ramai dan kurva roda perekonomian bisa berjalan naik khususnya di sekitar daerah Pasar Ngijon itu sendiri,” pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore