Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 September 2023 | 22.05 WIB

Kebakaran TPA Kopi Luhur Kota Cirebon, Warga Terdampak Asap Tebal

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis di TPA Kopi Luhur, Kota Cirebon, Senin (11/9). - Image

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis di TPA Kopi Luhur, Kota Cirebon, Senin (11/9).

Warga Terdampak Asap Tebal Dievakuasi

JawaPos.com–Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mengalami kebakaran pada Sabtu (9/9). Titik api pertama kali muncul pada pukul 15.30 WIB dan dilaporkan warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.

Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon menetapkan status siaga mengantisipasi titik api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur yang kembali menyala.

”Saya menginstruksikan dinas terkait untuk berupaya sekuat tenaga agar kebakaran ini tidak menjadi bencana,” kata Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis seperti dilansir dari Antara di Cirebon.

Menurut dia, proses pemadaman di TPA Kopi Luhur harus dilakukan secara bertahap, mengingat material tumpukan sampah di lokasi itu sangat mudah terbakar. Akan tetapi pihaknya memastikan jumlah titik api saat ini berkurang.

”Ini menunjukkan bahwa di dalam tumpukan sampah ini masih ada bara atau api, yang sewaktu-waktu bisa muncul,” terang Azis.

Dia menuturkan, untuk menangani peristiwa kebakaran itu, pihaknya tengah fokus mengeruk tumpukan sampah guna mengurai bara api yang masih menyala di dalamnya. Selanjutnya, bara api itu akan dipadamkan sehingga suhunya yang semula panas menjadi dingin.

”Penanganan perlu ada perhatian khusus, bukan sekadar mematikan titik api melainkan mengurai bara api itu dipadamkan dan didinginkan,” ujar Azis.

Azis menjelaskan, proses pemadaman itu telah membuahkan hasil, meski dalam praktiknya petugas mengalami kesulitan untuk menjinakkan api di medan tumpukan sampah yang curam.

”Kendala kita adalah peralatan, di mana tidak sesuai medan. Ini medannya tebing-tebing, sehingga membuat kendaraan yang akan melakukan pemadaman itu tidak bisa masuk,” terang Azis.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon Andi Wibowo menjelaskan, saat ini sebanyak 80 personel gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi titik api baru yang muncul di TPA Kopi Luhur.

”Pemadaman total harus dilakukan secara bertahap, tidak bisa hari ini saja. Kalau karakteristik sampah di dalamnya mengandung gas yang menimbulkan kebakaran lagi. Kami mengantisipasi hal itu,” kata Andi.

Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon Arief Adhitya mengatakan, kebakaran TPA itu menimbulkan asap tebal dan masuk ke permukiman warga. Sebagian warga dari 1.500 KK dievakuasi sementara karena asap menyusup ke dalam rumah mereka.

”Sampahnya ini kan menggunung di atas bukit. Ketika terbakar asapnya masuk ke dalam rumah. Sebagian warga dari kurang lebih 1.500 KK yang tinggal di situ mengungsi karena memang asap yang tebal ini masuk ke rumah mereka,” jelas Arief.

Para warga tersebut mengungsi di tenda-tenda yang sebelumnya telah disiapkan TNI dan Polri. Tim BPBD Kota Cirebon kemudian membantu memobilisasi dan mendata para warga yang mengungsi serta membagikan masker.

Warga yang mengungsi itu sebagian sudah kembali ke rumah masing-masing karena situasi dan kondisi mulai kondusif. Warga juga telah membersihkan rumah mereka dari sisa-sisa kebakaran sampah yang terbawa masuk oleh angin.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore