Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 September 2023 | 00.32 WIB

Resmi! Ijen Geopark Dikukuhkan Masuk Jaringan UNESCO

Ijen Geopark resmi menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG) usai dikukuhkan dalam konferensi internasional ke-10 UGG di Maroko. - Image

Ijen Geopark resmi menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG) usai dikukuhkan dalam konferensi internasional ke-10 UGG di Maroko.

JawaPos.com–Ijen Geopark secara resmi menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG). Hal itu dikukuhkan dalam konferensi internasional ke-10 UGG di Habous Cultural Complex, Marrakesh, Maroko, Sabtu (9/9) waktu setempat.

UNESCO atau The United Nations Educational Scientific and Cultural Organization merupakan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bergerak pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Piagam penetapan sebagai Global Geoparks Network tersebut diserahkan Presiden Global Geopark Network Nickolos Zourous.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani diundang menghadiri konferensi prestisius tersebut. Hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Hudiyono.

”Pengukuhan Ijen Geopark sebagai bagian dari jaringan global geopark dari UNESCO ini bukan akhir, tapi justru awal dari upaya Banyuwangi untuk bisa membawa potensi daerah ke level internasional,” ungkap Ipuk.

Acara pengukuhan, imbuh Ipuk, tetap berlangsung khidmat meskipun harus dipindahkan tempatnya. Sebab, terjadi gempa bumi berskala 6,8 skala richter yang melanda Maroko.

”Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga warga Maroko diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapinya,” ujar Ipuk.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Ipuk menambahkan, masuknya Ijen Geopark ke jaringan global geopark akan meningkatkan perhatian publik internasional ke Ijen Geopark. Apalagi, forum tersebut dihadiri lebih dari 1.200 ilmuwan dan pegiat geopark dari 50 negara.

”Sudah banyak buktinya, ketika sebuah geopark itu masuk jaringan geopark dunia, akan diikuti dengan perhatian internasional dan kenaikan kunjungan orang. Kita berharap ini bisa turut menggerakkan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan tentu menjaga keberlanjutan lingkungan serta budaya lokal,” papar Ipuk.

Geopark Ijen merupakan taman bumi yang tak hanya memiliki keunikan bentang alam dan kekayaan budaya, namun juga didukung dengan semangat mewujudkan sustainable tourism (wisata berkelanjutan). Geopark Ijen terbentang di seluruh wilayah kabupaten yang secara spesifik ada di kawasan Gunung Ijen, Pantai Pulau Merah, TN Alas Purwo. Lengkap dengan beragam kekayaan geosite, biosite, dan culturalsite-nya.

Banyuwangi, lanjut Ipuk, dalam sepuluh tahun terakhir telah merintis upaya yang selaras dengan konsep pengembangan geopark global yang menekankan pada upaya konservasi. Juga mengajak masyarakat berperan serta melindungi dan meningkatkan fungsi potensi alam untuk pembangunan ekonomi lokal.

Misalnya saja Banyuwangi banyak mengemas event sportourism seperti Ijen Green Run, balap sepeda Internasional Tour De Ijen, dan lainnya, yang menyajikan alam yang asli dengan oksigen yang berlimpah. Pengembangan pariwisata di Banyuwangi, kata Ipuk, juga mendorong keterlibatan masyarakat secara luas.

”Kami dorong masyarakat untuk terlibat berbagai event pelestarian budaya. Seperti event tumpeng Sewu, Seblang, ngopi Sepulu Ewu ada keterlibatan aktif warga dalam pelaksanaannya,” tutur Ipuk.

”Banyuwangi juga melarang hotel dibangun di sekitar Ijen dan tempat-tempat wisata lain, agar masyarakat sekitar bisa membuka home stay untuk pengembangan ekonomi. Juga bagian dari upaya menjaga kearifan lokal,” imbuh Ipuk.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore