Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 November 2018 | 15.30 WIB

Kisah Hidup Muazin yang Meninggal di Sajadah Usai Subuh, Luar Biasa!

Keluarga berduka mengenang Abdul Mutalib. Sempat Ucapkan Tauhid, Muazin Meninggal di Sajadah Usai Subuh. - Image

Keluarga berduka mengenang Abdul Mutalib. Sempat Ucapkan Tauhid, Muazin Meninggal di Sajadah Usai Subuh.

JawaPos.com - Namanya sama dengan kakek Nabi Muhammad, Abdul Muthalib. Ya, dialah muazin di Masjid Annur, Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Pada Senin (5/11), Abdul Muthalib meninggal di atas sajadah usai salat Subuh.


Zalyan Shodiqin Abdi, Kotabaru


Video meninggalnya Abdul Muthalib viral di media sosial. Dalam video itu terlihat dia sedang zikir di saf pertama, Senin dini hari (5/11). Ketika Imam salat Guru Aduy menggeser duduknya ke arah kanan, melanjutkan zikir, tidak selang beberapa lama, tubuh Abdul Muthalib atau akrab disapa Talib rebah ke depan.


Terlihat beberapa kali dia seolah melihat ke arah atas mimbar yang kosong. Seorang jamaah pun menyeru kepada Guru Aduy. Ketika ditemui media ini di rumahnya, Selasa (6/11), Guru Aduy menceritakan tentang sosok Abdul Muthalib. Termasuk yang tidak tergambar jelas di video yang viral tersebut.


Tokoh agama terkenal di Pulau Laut itu menyebut bahwa Talib merupakan salah satu panitia masjid. "Kalau Jumat, jika saya berhalangan jadi imam biasanya dia yang jadi imam. Dia dituakan di sini," ujar Guru Aduy kepada Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group).


Menurutnya, Talib juga selalu salat berjamaah di masjid. Biasanya Talib jalan kaki dari rumahnya ke masjid. Jaraknya kisaran 500 meter. Ketika sedang sakit kaki, asam urat, Talib tetap ke masjid memakai motor.


Selain itu, ketika salat di masjid, posisi Talib selalu di barisan pertama makmum, tepat belakang mimbar. "Dia di sana terus. Kalau ada acara pengajian, duduknya juga di sana. Itu menandakan orang yang istiqamah, punya pendirian," kata Guru Aduy yang memiliki nama lengkap KH Jailani Darmawan.


Nah, ketika Subuh, menjelang ajalnya Talib datang paling awal ke masjid. Dia mengumandangkan tahrim dan azan. Semua seperti biasa. Tidak ada menyangka bahwa momen itu ternyata azan terakhir Abdul Muthalib.


"Waktu itu saya sedang zikir, tidak tahu (kalau Talib rebah). Kawannya (duduk di sebelah kiri Talib, persis belakang Imam), yang kasih tahu saya. Kawannya itu sama dengan Talib, dia posisinya di belakang Imam terus kalau salat," terangnya.


Saat itulah Guru Aduy melihat sahabatnya sudah rebah. Dia lantas memberikan semacam tempat yang biasa dipakai anak-anak meletakkan Alquran saat mengaji, untuk jadi sandaran kepala Talib. Tapi saat itu napas Talib sudah lemah. Guru Aduy lantas membimbingnya mengucap kalimat tauhid.


"Dia beberapa kali ucapkan Lailahailallah," lirih Guru Aduy. Tidak lama Talib pun wafat. "Saya sempat panggil mantri, tapi kata mantri dia sudah tiada," sambungnya.


Guru Aduy mengaku sangat kehilangan seorang sahabatnya. Matanya berkaca-kaca. Sedih namun lapang. Masyarakat menilai almarhum pulang dalam keadaan sebaik-baiknya. "Dia orang baik, meninggal dalam keadaan yang baik, di tempat yang baik," ucapnya pelan.


Sekarang, tambahnya, dia kehilangan sosok sahabat yang selama ini memberikan contoh dengan perbuatan. Talib di Masjid Annur posisinya adalah sekretaris pengelola. Saat renovasi masjid dia selalu aktif. Beli barang material ke toko, selalu pakai nota. "Dia jujur dan disiplin. Jiwa sosialnya sangat tinggi," tuturnya.


Ketika disinggung bahwa banyak yang penasaran dengan Masjid Annur karena kabar Talib berpulang dengan tenang di atas sajadah, Guru Aduy hanya tersenyum. Menurutnya, begitulah orang yang baik. Meninggal dunia pun masih menitipkan kebaikan-kebaikan kepada banyak orang. "Semoga semakin banyak yang mau jamaah ke masjid," doanya.


Sementara itu, tetangga almarhum di RT 2 memang banyak yang menyebut bahwa Talib orang yang luar biasa. Tidak ada namanya disebut, kebaikan selalu menyertainya. Talib adalah Ketua RT di sana. Dia terus dipilih masyarakat sejak lama untuk memimpin.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore