
Mahasiswi UIN Walisongo Semarang protes karena diberi makanan basi di Mahad Al Jamiah.
JawaPos.com–Viral di media sosial TikTok, empat mahasiswi diduga dari UIN Walisongo Semarang protes lantaran berkali-kali diberi makanan basi. Mahasiswi di Mahad Al Jamiah tersebut mengungkapkan protesnya secara bergantian.
Melalui video berdurasi satu menit tersebut, tampak mahasiswi Mahad UIN Walisongo memakai masker yang mengeluhkan makanan basi sambil menenteng kotak makanan. Video tersebut telah ditonton lebih dari 871 ribu kali pada Jumat (11/8).
Bahkan mahasiswi tersebut mengungkapkan bahwa UIN Walisongo tidak menganggap santri tersebut sebagai manusia dengan memberikan makanan basi berkali-kali.
”Kami dari santri Mahad Al Jamiah UIN Walisongo Semarang, sudah tidak kuat akan fasilitas dan prasarana dari makanan yang diberikan oleh UIN Walisongo Semarang yang seakan tidak menganggap kami sebagai manusia,” ungkap seorang santri.
Pemberian makanan basi di Mahad Al Jamiah UIN menurut penuturan mereka bukan kali pertama, melainkan sudah lebih dari ketiga kali.
”Bukan hanya pertama kali kami dikasih makanan basi, bukan hanya kedua kali, bukan hanya ketiga kali. Ini sudah lebih dari tiga kali kita dikasih makanan basi, kita manusia, untuk apa makanan basi seperti ini dikasihkan ke kami,” imbuh dia.
Dalam video tersebut juga mempertanyakan apakah mereka itu hewan. Salah seorang santri Mahad Al Jamiah UIN Walisongo mengungkapkan dengan berapi-api.
”Dan kalau kalian gak niat kasih makanan kami itu enggak usah. Apakah kalian pikir kami hewan, yang bisa kalian bahan uji coba kelayakan untuk mahad kalian,” ungkap santri yang lain.
Mereka menyuarakan pendapat bahwa jika tidak bisa memfasilitasi dengan baik dan manusiawi, tidak perlu mewajibkan Mahad Al Jamiah UIN Walisongo. Dari pengakuan mahasiswi tersebut, mereka wajib membayar sebesar Rp 3 juta bersamaan dengan jadwal pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
”Sekiranya kalian tidak bisa memfasilitasi kami dengan baik, tidak usah mewajibkan Mahad Al Jamiah ini. Uang tiga juta bukan satu hal yang rendah bagi kami, kami dari keluarga yang biasa saja,” ucap dia.
Rabu (9/8), sejumlah mahasiswa UIN Walisongo Semarang berkumpul di depan gedung rektorat melayangkan aksi demo kosongkan Mahad Al Jamiah. Para pendemo tampak membakar ban dan menyanyikan lagu Buruh Tani.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
