Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Maret 2020 | 17.18 WIB

Pesan Ridwan kepada Kepala Sekolah, Perbanyak Fasilitas Cuci Tangan

Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan arahan kepada 27 kepala dinas pendidikan kabupaten/kota. Humas Pemprov Jabar/Antara - Image

Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan arahan kepada 27 kepala dinas pendidikan kabupaten/kota. Humas Pemprov Jabar/Antara

JawaPos.com–Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepala sekolah memperbanyak fasilitas mencuci tangan beserta sabun pembersih di sekolah. Selain itu, kerja bakti di lingkungan sekolah ditambah penyemprotan disinfektan lebih diintensifkan sebagai upaya pencegahan virus korona (Covid-19).
Ridwan juga meminta agar para kepala sekolah meningkatkan gerakan hidup bersih dan sehat di sekolah, menjaga kesehatan tubuh dengan makanan bergizi dan minum vitamin, serta rajin berolah raga.

”Kami harap di daerah tidak ada lagi keputusan mahiwal atau beda sendiri tanpa kesepahaman. Saya ingin mendengar sekolah-sekolah melakukan gotong royong, pembersihan-pembersihan. Jadi, kita ada respons positif,” ujar Ridwan.

Selain pencegahan pertama, Ridwan juga menginstruksikan seluruh kepala dinas agar sekolah proaktif mengedukasi siswa dan orang tua. Terutama yang berkaitan dengan status kesehatan Covid-19 yang sering menimbulkan kesalahpahaman.

Ridwan lalu mencontohkan dua kategori pasien Covid-19, yaitu orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). ODP merujuk pada orang dengan sejarah interaksi dengan orang yang positif korona atau pernah berkunjung ke negara terpapar korona, tapi masih sehat dan tidak masuk rumah sakit.

”Lalu ada pasien dalam pengawasan (PDP). Orang ini masuk rumah sakit atau suspect, nanti hasil tes orang dalam pengawasan ini bisa positif atau negatif,” kata Ridwan.

Edukasi itu, lanjut Ridwan, penting karena bercermin dari perlakuan diskriminasi kepada salah satu siswa sekolah di Kota Depok yang orang tuanya bekerja di rumah sakit yang pernah merawat pasien positif Covid-19.
”Tidak boleh ada stigma-stigma yang keliru terhadap suatu laporan hanya karena gara-gara orang tuanya bekerja di rumah sakit, terus anaknya kena bully. Ini datang dari pengetahuan yang terbatas dari para orang tua. Tapi itu sudah diselesaikan,” ujar Ridwan.

Ridwan juga meminta kepala dinas dan kepala sekolah berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) atau Pikobar di kabupaten/kota masing-masing sebelum mengeluarkan pernyataan ke publik melalui media massa.

Selain itu, Ridwan meminta kepala dinas mengerem kegiatan sekolah studi banding ke luar provinsi dan luar negeri, atau perjalanan dinas lain yang sifatnya menguras fisik. Begitu pula kegiatan luar ruangan agar digeser ke semester depan. ”Hindari dulu keramaian-keramaian yang anak siswa didik itu harus berkelompok dalam satu kegiatan, saling berdampingan, dan berinteraksi secara fisik. Karena penyebaran virus ini banyak lewat cipratan seperti orang batuk, bersin,” ucap Ridwan.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=eQPdv_Ya21g

https://www.youtube.com/watch?v=B2DrUAMXMEA

https://www.youtube.com/watch?v=pEkoItAuzU8

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore