Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 November 2018 | 00.33 WIB

Di Tangan Milenial, Gaji Langsung Habis Buat Bayar Tagihan

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumsel dinilai kaum milenial belum memenuhi kebutuhan hidup setiap bulan. Betapa tidak, upah yang diterima tiap bulan hanya sekejap habis untuk membayar tagihan.


Salah satunya, Andri Antariksa, 29, mengatakan, setiap bulan menerima upah Rp 2,7 juta. Upah tersebut setara dengan tagihan yang dikeluarkannya.


Dia merinci, untuk biaya internet mencapai Rp 150 ribu per bulan. Kemudian, untuk makan berkisar Rp 20 ribu per hari, service motor Rp 100 ribu per bulan.


Selain itu, biaya nongkrong saat malam minggu Rp 100 ribu per satu kali dan terakhir biaya tagihan rumah berkisar Rp 1,5 juta.


"Jadi total pengeluaran sama dengan pemasukan," katanya saat ditemui JawaPos.com, Jumat (2/11).


Meskipun begitu, dirinya terbantu dikarenakan perusahaan tempatnya bekerja memberikan biaya tambahan. Seperti biaya absensi Rp 100 ribu dan bonus Rp 700 ribu per bulan.


Ia mengaku, tidak menutup kemungkinan uang tambahan tersebut habis untuk membeli keperluan lainnya. Dia pun terpaksa meminjam uang ke perusahaan.


"Tapi ini jarang kecuali kalau memang terdesak barulah meminjam uang perusahaan," terang Andri yang merupakan salah satu pegawai di perusahaan swasta di Palembang.


Ia berharap ke depan meski upah yang diterapkan UMR namun harus ada tambahan sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Harapan saya sih UMR nya bisa ditinggikan lagi sehingga ada tambahan," ujarnya.


Sementara itu, Aab Thoriq, 22, mengakui gaji yang diterimanya tidak berdasarkan UMR. Namun, memang hal ini sudah kesepakatan antara dirinya dengan perusahaan.


Karena itu, dirinya seminimal mungkin menggunakan upah tersebut. Ia pun mengakui jika hampir tiap bulan selalu kekurangan. Namun, dirinya tetap dibantu orangtua nya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


"Kadang kalau uang habis saya pinjam dari orangtua saya, jadi tidak terlalu terbeban dibandingkan pinjam dengan perusahaan," katanya.


Dirincikannya, dalam satu bulan ia menghabiskan uang Rp 50 ribu per hari untuk makan. Kemudian, ia pun harus membayar biaya kuliah sebesar Rp 400 ribu. Jadi total yang dikeluarkan yakni Rp 1,9 juta.


Sedangkan gaji yang diterima yakni Rp 2 juta tak ada tambahan. Karena itu, terkadang jika memang uang tidak cukup maka ia pun berhutang untuk makan.


"Jadi pas awal gajian langsung bayar. Jadi pas nerima gaji itu kadang langsung habis," tutupnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore