
DIJAGA KETAT: Puluhan mobil patroli dari kepolisian sektor (polsek) jajaran berjaga di Mapolsek Kertosono Minggu malam. (Andhika Attar/Jawa Pos Radar Kediri)
JawaPos.com - Polres Nganjuk terus mendalami kasus pengeroyokan dan pembacokan yang terjadi Minggu (6/10) malam lalu. Langkah ini dilakukan dengan memeriksa secara detail video penganiayaan yang viral dan jadi pemicu aksi berdarah di Kertosono itu.
Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah memeriksa terduga pelaku penganiayaan yang terekam di video. “Langsung kami mintai keterangan sesuai rekaman di video yang beredar di media sosial,” ujar pria yang akrab disapa Niko itu.
Untuk diketahui, sebelum peristiwa pengeroyokan sekitar pukul 23.00, Minggu malam lalu, sempat terjadi penganiayaan yang dialami oleh Veliyono, 23, asal Desa Mangunan, Kabuh, Jombang. Video singkat berdurasi enam detik terkait peristiwa itu viral di media sosial.
Hal tersebut menjadi pemicu aksi lebih besar pada malam harinya. Teman Veli yang tidak terima dengan kejadian tersebut diduga melakukan balas dendam. Akibatnya, dua pemuda mengalami luka bacok dan dua lainnya luka memar setelah dipukuli.
Merespons video tersebut, polisi langsung memeriksa remaja yang diduga ada di video viral tersebut. “Namun yang bersangkutan mengaku kalau tidak melakukan aksi pengeroyokan tersebut,” lanjut Niko seperti dikutip Jawa Pos Radar Kediri.
Tak hanya memeriksa terduga pelaku, polisi juga telah memeriksa saksi korban. Hasilnya, setelah dikroscek ternyata remaja terduga penyerang tersebut bukan bagian dari kelompok tak dikenal di video.
Karenanya, pemuda yang sempat dimintai keterangan itu langsung dipulangkan kepada keluarganya. “Kami pulangkan lagi. Karena memang untuk sementara baru kami periksa sebagai saksi saja,” tandas perwira dengan pangkat dua balok di pundak tersebut.
Sementara itu, tak hanya mengusut kasus penganiayaan yang jadi pemicu pengeroyokan, polisi juga mendalami kasus pembacokan. Ditanya progresnya, Niko menjelaskan, polisi sudah meminta keterangan beberapa teman korban pembacokan.
Niko menegaskan, pihaknya terus mengusut kasus yang menggemparkan warga Kertosono itu. “Kami akan mengintensifkan penyelidikan di lapangan,” urainya.
Seperti diberitakan, pengeroyokan berdarah di Kertosono pada Minggu (6/10) malam menimbulkan empat korban. Yaitu, Geischa, 18, asal Desa Kedungmlaten, Lengkong, dan Ariyo, 18, asal Desa Pandantoyo, Kertosono yang mengalami luka bacok.
Kemudian, Dayat, 18, asal Desa Ngepung, Patianrowo, serta Rokim, 15, tetangga Geischa, mengalami luka memar setelah dipukuli sekelompok pemuda yang tak dikenalnya. Dalam pemeriksaan di RSUD Kertosono, Geischa menderita tiga luka sayatan menyerupai huruf T di pundak kanannya. Panjangnya sekitar 10 sentimeter dan 15 sentimeter. Tak hanya pundak, punggung tangan kanan Geischa yang digunakan untuk melindungi kepala juga tak luput dari sabetan senjata tajam (sajam).
Adapun Ariyo mengalami luka bacok di punggung tangannya. Paling parah di ruas pangkal ibu jarinya. Sabetan sajam yang diduga pedang itu meninggalkan luka sedalam satu sentimeter.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
