Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Mei 2019 | 21.42 WIB

Jalur Bawah Tanah Akan Hubungkan Kebun Binatang dan Terminal Joyoboyo

Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi saat mendampingi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau penentuan lokasi underpass di Terminal Joyoboyo, Rabu (1/5) - Image

Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi saat mendampingi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau penentuan lokasi underpass di Terminal Joyoboyo, Rabu (1/5)

JawaPos.com - Pengelolaan kota modern tak hanya memperhitungkan arus lalu lintas kendaraan saja. Tapi juga manusia. Pemkot Surabaya sedang merancang membangun jalur bawah tanah alias underpass khusus pejalan kaki dari Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) menuju Kebun Binatang Surabaya (KBS).

“Studi kelayakan sudah dilakukan untuk proyek penghubung TIJ dan KBS meski belum komplit. Tapi ini sudah menjadi studi awal untuk kita dorong agar terwujud. Tujuannya, lalu lintas manusia dan kendaraan bisa lancar di salah satu kawasan terpadat di Surabaya ini,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi, Rabu (1/5) saat mendampingi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau penentuan lokasi underpass di Terminal Joyoboyo.

Proyek tersebut akan menghubungkan ITJ dan KBS dengan jalur bawah tanah. Dibuat dengan dua basement, jalur pejalan kaki akan berada di basement terbawah dengan kedalaman total 10 meter. “Panjang jalur sekitar 170 meter,” kata Eri yang juga Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) tersebut.

Eri mengatakan, pihaknya masih akan mengkaji lebih menyeluruh underpass tersebut. Apakah melintasi bagian bawah kampung-kampung atau kandang-kandang satwa di KBS. “Beberapa kemungkinan masih dikaji. Termasuk pintu keluar di KBS-nya di sebelah mana. Apakah tepat di depan pintu loket atau di sekitar parkir kendaraan,” katanya.

Fungsi jalur tersebut, kata Eri, akan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Selain sebagai tempat pejalan kaki, jalur sepanjang 170 meter harus juga menggerakkan ekonomi warga setempat. Karena itu, di sebelah kanan dan kiri jalan akan menjadi lokasi bagi UMKM atau pedagang lokal untuk berjualan.

“Tapi kita tetap tata dengan baik dan ketat. Sebab, pelajaran dari underpass pejalan kaki di Bogor yang kini sudah sangat bagus, kalau tidak kita jaga standar kebesihan dan pengelolaannya, bisa kumuh dan menjadi lokasi rawan kejahatan,” katanya.

Jika sudah jadi, kata Eri, parkir semua pengunjung KBS akan disentralkan di TIJ. Para pengunjung akan menuju KBS dengan melintasi jalur bawah tanah tersebut. “Jalanan di sekitar Joyoboyo hingga KBS tak akan terganggu karena volume pengunjung KBS sudah diatasi jika jalur ini selesai yang disinergikan dengan TIJ,” katanya.

Proyek ini, kata Eri, saat ini masih dalam taraf studi awal. Feasibility study (FS) komplit baru akan dilakukan dalam waktu dekat. Tapi, dia menargetkan proyek sudah bisa dijalankan mulai tahun depan. “Ben gak athek kesuwen kita mengurai semua simpul-simpul kemacetan di Surabaya,” katanya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore