Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Desember 2018 | 23.06 WIB

Fitri Dimakamkan di Liang Lahat yang Ia Pesan untuk Ibunya

KORBAN JIWA: Hestina Junita Tsani, memegang foto bergambar kakaknya, Almarhumah Avina Junita Fitri, Selasa (25/12). - Image

KORBAN JIWA: Hestina Junita Tsani, memegang foto bergambar kakaknya, Almarhumah Avina Junita Fitri, Selasa (25/12).

JawaPos.com - Avina Junita Fitri, warga Jalan Mahesa Utara IV No. 25, Pedurungan Tengah, Kota Semarang, menjadi salah satu korban bencana tsunami Selat Sunda pada Sabtu (21/12) lalu. Fitri yang merupakan salah satu dari rombongan PLN itu, jenazahnya dimakamkan di TPU Bergota. Di liang lahat yang sebenarnya sudah almarhumah pesan untuk ibundanya nanti.


Jenazah Fitri tiba di rumah duka dari Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan pada Senin (24/12) kemarin dan langsung dimakamkan siangnya. Hal itu disampaikan oleh adik almarhumah, Hestina Junita Tsani, Selasa (25/12).


"Sebenarnya ditemukan Itu Sabtu malam, tapi diidentifikasi itu sudah hari Minggu, langsung dijemput sama keluarga ke Jakarta karena nggak kebagian kargo pesawat. Pakai ambulan langsung biar tidak terlalu lama," Hesti saat dijumpai di rumahnya.


Yang membuat miris, lanjut Hesti, adalah saat itu jenazah dikebumikan di kompleks TPU Bergota, samping makam ayahandanya persis. Dimana sebenarnya tempat tersebut sudah dipesan almarhumah Fitri untuk ibundanya nanti.


"Sedih memang, itu sebenarnya Mbak Fitri yang beli buat ibu. Supaya nanti bapak itu bisa sama-sama berdampingan sama ibu. Tapi kok malah mbak yang di situ," imbuhnya.


Bagi Hesti, tersimpan kenangan lain bersama kakaknya sebenarnya. Mengenai keinginan Fitri lainnya yang belum terealisasi. Yakni impiannya membeli rumah miliknya sendiri dan menikah kemudian. "Tapi kalau mbak maunya nggak pakai pacaran sih, taaruf," kenangnya.


Rumah tersebut rencananya dibeli di daerah sekitaran Kota Semarang. Ditempati kala ia sudah bisa mutasi ke PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Tengah, Kabupaten Semarang. Karena, sebagaimana diketahui, korban saat itu masih bekerja di PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Barat.


"Dia seminggu lalu sebenarnya sempat ditugasi beberapa hari di Ungaran itu. Minta dijemput ibunya atau saya tiap hari. Ya dia sih pinginnya nanti kerja di sana kalau udah nikah. Kan lebih gampang mutasinya," tandasnya.


Hesti pun sadar betul impian kakaknya tersebut tinggal jadi cerita saja. Meski tak menyangka kepergian Fitri begitu cepat dan tiba-tiba. Ia dan keluarga berusaha ikhlas sembari hanya bisa berdoa agar almarhumah bisa diterima di sisi-Nya.


Seperti diberitakan sebelumnya, bencana tsunami akibat longsoran Anak Krakatau terjadi pada Sabtu (21/12) malam. Puluhan bangunan luluh lantah, dan ratusan orang lainnya dinyatakan meninggal dunia karena peristiwa ini. Termasuk rombongan Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat yang tengah melakukan family gathering di Tanjung Lesung, Banten, saat itu.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore