Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Maret 2019 | 22.10 WIB

Terungkap, Otak Pembunuhan Perempuan Berambut Pirang Orang Dekat

Tiga tersangka pembunuh Beti, 45, ditangkap Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polres Lampung Barat. Salah satunya adalah keponakan bidan yang tinggal di Desa Sepatuhu, Kecamatan Bandingagung, OKU Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel). - Image

Tiga tersangka pembunuh Beti, 45, ditangkap Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polres Lampung Barat. Salah satunya adalah keponakan bidan yang tinggal di Desa Sepatuhu, Kecamatan Bandingagung, OKU Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel).

JawaPos.com – Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polres Lampung Barat, berhasil mengungkap kasus pembunuhan perempuan berambut pirang. Polisi berhasil menangkap tiga  pelaku kurang dari 12 jam. Satu tersangka masih buron.


Korban dibunuh dan mayatnya ditemukan di kawasan TNBBS Pekon Rataagung, Kecamatan Lemong, Pesisir Barat, Kamis (28/2).


Korban diketahui bernama Beti, 45, bidan yang tinggal di Desa Sipatuhu, Kecamatan Bandingagung, OKU Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel).


Ternyata, kasus tersebut melibatkan Gidion Meldina, 31, warga Sipatuhu, Kecamatan Bandingagung, OKU Selatan. Pelaku adalah keponakan korban, sekaligus otak dari pembunuhan tersebut.


Tersangka lain yang ditangkap adalah Badriansyah, 35, Sekretaris Desa (Sekdes) Bandaragung, Kecamatan Bandar Agung, OKU Selatan dan Asrul Mubarik, warga Desa Sukamaju, Kecamatan Bandingagung. Saat ini polisi masih mengejar satu tersangka lagi.


Wakapolres Lampung Barat Kompol M Riza Fahlevi mengatakan, pembunuhan tersebut dilatarbelakangi rasa sakit hati Gidion terhadap Beti. Kemudian ia merencanakan pembunuhan dengan mengajak Badriansyah, Asrul Mubarik dan OZ. Imbalannya sejumlah uang.


Sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (27/2), ketiga tersangka membawa korban dengan alasan akan memberikan obat untuk kesembuhannya. Ternyata, korban diberi ramuan yang sudah dicampur racun.


“Namun setelah korban meminum ramuan tersebut, ia hanya lemas” kata Riza dalam ekspose di Mapolres Lampung Barat, Jumat (1/3).


Riza yang didampingi Kasatreskrim AKP Faria Arista, Kanit Jatantras Ipda Eflan dan Kasi Propam Iptu Suherman melanjutkan, korban kemudian dibawa ke arah Pesisir Barat.


Dalam perjalanan, Badriansyah menghentikan kendaraan. Ia dan OZ mencekik serta membekap korban dengan bantal. Sementara Mubarik memegang kaki korban. Korban pun tewas.


“Tersangka membawa mayat korban ke arah Pesisir Utara dan membuangnya di jurang di pinggir jalan lintas barat. Mobil korban ditinggalkan di dekat lapangan Kijang, Kecamatan Pesisir Tengah, Pesisir Barat,” urainya.


Diketahui, Beti ditemukan tidak bernyawa di sekitar tebing kawasan TNBBS, sekitar pukul 06.00 WIB, Kamis (28/2). Mayat kali pertama ditemukan oleh anak-anak yang bermain di kawasan tebing Pekon Rataagung.


Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka di dahi dan kepala belakang wanita itu. Namun luka-luka itu bukan menajdi penyebab tewasnya korban.


Kapolsek Pesisir Utara AKP Suhairi mengatakan, selain dua bekas luka itu, petugas medis tidak menemukan adanya luka lain pada tubuh korban. Sampai saat ini, penyebab pasti perempuan berambut pirang merah itu belum diketahui.


“Begitu juga motif korban berada di kawasan TNBBS yang berbatasan dengan Provinsi Bengkulu itu,” kata Suhairi. 

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore