
CERAMAH. Bupati Sambas H. Atbah Romin Suhaili Lc bersama Kasatpol PP Rustina saat menginterogasi pasangan mesum di Mako Satpol PP.
JawaPos.com - Satpol PP Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), menjaring satu pasangan muda-mudi. Pasangan bukan suami-istri itu terjaring saat berduaan di kamar yang disewakan. Di daerah Danau Sebedang, Kecamatan Sebawi, Kamis (14/2) sore.
"Lokasi pasangan ini ditangkap, sepertinya penginapan tanpa izin," kata Kasatpol PP Kabupaten Sambas, Rustina, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Sabtu (16/2).
Ia menjelaskan, perempuan yang dijaring ini merupakan warga Kabupaten Bengkayang, kelahiran 1997. Sedangkan yang laki-laki, warga Kecamatan Salatiga, kelahiran 1994.
"Mereka bukan pasangan suami-istri," jelasnya.
Setelah terjaring, pasangan ini dibawa ke Mako Satpol PP, untuk dimintai keterangan. "Mereka dikembalikan kepada orang tua dan akan dilakukan pembinaan. Kalau tertangkap sekali lagi maka akan diproses," tegasnya.
Pasangan itu terjaring dalam razia operasi penyakit masyarakat yang rutin dilaksankan Satpol PP Sambas dalam upaya mewujudkan visi dan misi Bupati Sambas "Berakhlakul Karimah". Razia serupa akan terus dilakukan dengan menyasar peredaran miras, judi, dan atau penyakit masyarakat lainnya.
"Ini untuk menekan angka penyakit masyarakat dan mewujudkan Sambas Berakhlakul Karimah," tutupnya.
Sementara itu, Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili Lc juga hadir di Kantor Satpol PP Sambas. Dia menginterogasi langsung pasangan tersebut.
"Sejoli anak muda yang menginap di penginapan yang ada di daerah Sebedang. Statusnya mahasiswa dan satunya kerja tamatan SD. Kita prihatin hal-hal seperti ini. Seharusnya tidak terjadi," katanya.
Atbah mengatakan, razia ini sesungguhnya dalam rangka melaksanakan tugas-tugas untuk menekan penyakit masyarakat. "Salah satunya adalah persoalan terkait dengan ini. Tentu ada pembinaan serta arahan dan ada hal-hal yang penting disampaikan kepada mereka. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran terbaik dan untuk yang lain," ungkapnya.
Atbah melanjutkan, permasalahan penyakit masyarakat, negara harus hadir. "Hari ini kita membuktikan bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat. Bisa memastikan bahwa anak siapa pun kita lindungi," tuturnya.
Razia serupa, dipastikan Atbah akan harus terus dilakukan. Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Sambas.
"Kedepan kita akan gencarkan dan terus melakukan razia semacam ini. Untuk memastikan bahwa negara hadir dan memastikan semua anggota masyarakat aman nyaman, tidak melanggar aturan dan perundang-undangan," pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
