
ILUSTRASI: Sejumlah wisatawan mancanegara tengah menikmati salah satu objek wisata di Jogjakarta.
JawaPos.com - Sebanyak 7 kawasan destinasi prioritas akan terus dikembangkan melalui kebijakan strategis oleh Pemerintah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Hal itu dilakukan untuk meningkatkan waktu lama tinggal wisatawan mancanegara selama berkunjung ke Jogjakarta.
Kasi Pengelolaan Informasi Pariwisata, Dinas Pariwisata DIJ, RR Sanida mengatakan, 7 kawasan destinasi prioritas yang akan dikembangkan yakni kawasan wisata Keraton Jogjakarta-Malioboro, daerah Candi Prambanan-Ratu Boko.
Kemudian kawasan wisata Lereng Merapi, karst Pegunungan Sewu, kawasan Parangtritis-Depok dan Kwaru, kawasan alam Pegunungan Menoreh serta kawasangan Desa wisata Kasongan-Tembi-Wukirsari.
"Upaya peningkatan waktu lama tinggal wisatawan mancanegara itu dengan cara menambah berbagai event budaya dan seni bertaraf internasional," katanya seperti rilis yang diterima JawaPos.com, Jumat (1/2).
Menurutnya, rata-rata wisman yang tinggal di DIJ hanya 2 hari saja. Pihaknya tidak ingin, mereka hanya menumpang tidur di hotel saja, tapi menghabiskan pengeluaran selama berada di Jogjakarta.
"Pemerintah DIJ telah menelurkan berbagai kebijakan srategis. Seperti pengembangan destinasi lokasi tujuan wisata, promosi negara pasar sasaran, dan mengelola manajemen event kebudayaan dan kesenian yang bertaraf internasional," ucapnya.
Dikatakannya wisatawan mancanegara yang banyak datang ke DIJ, yakni dari Belanda, Jepang, Malaysia, Perancis, Amerika Serikat. Kemudian Singapura, Australia, Jerman, Cina dan Korea Selatan.
Dalam memikat para wisatawan ini, ke depan pihaknya juga akan melakukan promosi ke beberapa negara. Di antaranya Belanda, Jepang, Perancis, Jerman dan negara di kawasan Asean.
Untuk diketahui, pemerintah pusat menargetkan 2019 ini sebanyak 2 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke DIJ dan Jateng. Khusus untuk DIJ diharapkan bisa mampu mendatangkan wisatawan mancanegara sebanyak 30 persen, lalu kawasan wisata Borobudur 30 persen. Sedangkan sisanya berkunjung ke Semarang dan Solo.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
