
ILUSTRASI: Sebanyak 14 ribu tenaga kerja asing (TKA) yang masuk ke wilayah Jawa Tengah tahun lalu masih belum terpetakan.
JawaPos.com - Sebanyak 14 ribu tenaga kerja asing (TKA) yang masuk ke wilayah Jawa Tengah tahun lalu masih belum terpetakan. Lantaran, saat ini izin kerja mereka yang masih berupa data online itu tengah diproses oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
"Datanya (pendataan) belum beres (selesai), masih di pusat. Jadi TKA itu masuk ke Indonesia, izin awalnya, proses screening-nya ada di Kemenaker," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah, Wika Bintang, Kamis (31/1).
Kata Wika, saat ini pihaknya masih menanti proses pendataan tersebut. Namun, ia turut meminta kepada Kementerian supaya hasil pendataan bisa lebih dicermati.
"Kami baru minta masing-masing punya rumah di aplikasi Kemenaker. Jadi, ketika kami klik, keluar yang Jateng saja. Kalau sudah, bisa di-split per kabupaten. Sekarang itu masih seluruh Indonesia. Banyak sekali kan itu jadinya,"
Tapi, Wika menyebut jika dari belasan ribu TKA itu wilayah atau izin kerjannya adalah antar provinsi. Dengan begitu, kewenangannya ada pada Kemenaker. Sedangkan, yang berada pada domain Pemprov, lanjutnya, hanya ada sekitar 20 orang saja.
"Kalau dia kerjanya hanya di satu kabupaten saja, ngurusnya di dinas kabupaten yang bersangkutan. Tapi kalau dia kerjanya lebih dari dua kabupaten/kota, ngurusnya di kami (pemprov)," katanya lagi.
Lebih lanjut, untuk jumlah TKA terbanyak, kata Wika, berada di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Jepara. "Cilacap mungkin sekarang. Yang banyak PLTU itu," lanjutnya.
Diberitakan pada Agustus 2018 lalu, Kadisnakertrans Jateng Wika Bintang, menyebut ada lonjakan sangat besar pada jumlah TKA yang masuk dibanding tahun-tahun sebelumnya. Yakni 14.148 orang atau tujuh kali lipat dibanding tahun 2017 lalu.
Meski demikian, keberadaan mereka belum diketahui, lantaran datangnya para TKA itu dikatakan Wika, diperoleh dari informasi pada data awal di Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). Dapat dilihat, dari sekian banyak para TKA itu, Tiongkok menjadi pemasok terbesar dengan mengirimkan 4.219 orang. Disusul Jepang 1.744 orang, Korea Selatan 1.598 orang, India 1.430 orang. Kemudian negara-negara lain di Asia Tenggara dan Eropa yang masing-masing jumlahnya tak melebihi seribu orang.
Dalam hal ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga sempat meperintahkan jajarannya untuk berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja. Agar mendapatkan data keberadaan TKA yang ada di Jawa Tengah menjadi jelas dan tak jadi polemik tersendiri.
"Saya masih minta detailnya, masa iya sih naiknya banyak banget, gitu ya. Saya sudah minta ke Jakarta, khusus Jateng ada rumah sendiri sehingga kita bisa pantau mereka di mana persebarannya. Apa benar segitu," tutup Wika.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
