
Arifin Kusnawan saat dibeber kepolisian ke awak media di Polres Balikpapan, tadi malam. Dia menjadi tersangka kasus pornografi dan UU ITE.
JawaPos.com – Setelah ditangkap akhir November 2018 lalu, admin media sosial (medsos) Facebook 'Gay Pijat Kota Balikpapan (Kaltim)' Arifin Kusnawan alias Abah Kumis, 53, bakal disidang. Polres Balikpapan melalui unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) awal pekan lalu menerima surat. Yang menyatakan hasil penyidikan yang dilakukan penyidik sudah lengkap.
"Sudah P21 (hasil penyidikan sudah lengkap)," ujar Kanit Tipidter Ipda Henny Purba dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Rabu (23/1).
Rencananya, penyidik Polres Balikpapan akan melimpahkan berkas perkara dan tersangka sebelum akhir pekan ini. Dengan begitu, tinggal menunggu dari pihak jaksa untuk memprosesnya.
Selanjutnya, Henny menyerahkan penuh kasus yang menyedot perhatian publik Balikpapan ini ke meja persidangan. "Sudah Tahap II. Jumat (25/1) kami serahkan tersangka dan barang bukti," lanjutnya.
Diketahui, Abah Kumis harus berurusan dengan polisi karena perilaku menyimpangnya. Dua tahun dia mengelola sebuah grup khusus penyuka sesama jenis yang menjadi wadah para gay.
Tak hanya di Balikpapan, namun hampir semua kota di Indonesia. Menawarkan jasa esek-esek berselimut pijat untuk pria. Sebelum ditutup, grup terbuka ini memiliki anggota 576 orang.
Penangkapan Abah Kumis merupakan hasil penyelidikan selama dua bulan. Abah Kumis pun dijerat Pasal 29 juncto Pasal 4 Ayat (1) atau Pasal 35 juncto Pasal 9 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Pasalnya, dari hasil penyelidikan, tersangka pernah menyebar foto alat kelaminnya.
Ia juga dijerat Pasal 45 Ayat (1) juncto Pasal 27 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dikarenakan menggunakan media sosial untuk menyebarkan gambar tak senonoh tersebut.
"Dari 2016. Dibuatkan teman. Awalnya saya protes. Kok ada plus-plusnya. Tetapi katanya biar ramai," ujar warga Muara Rapak, Balikpapan Utara itu.
Polres sebenarnya sudah dua kali mengungkap kasus yang melibatkan kaum LGBT. Setelah marak soal akun gay di Kota Minyak, satu kasus melibatkan anak di bawah umur. Sementara kasus lainnya terpaksa tak bisa diteruskan karena tak terpenuhi unsur pelanggaran melawan hukumnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
