Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Januari 2019 | 13.12 WIB

Usai Tabrak Lari Kapolda, Yongki Sempat Dihantui Gelisah dan Ketakutan

Yongki, 54, didampingi keluarga saat menemui Kapolda Sumsel di RS Bhayangkara - Image

Yongki, 54, didampingi keluarga saat menemui Kapolda Sumsel di RS Bhayangkara

JawaPos.com - Sungguh tak disangka Yongki Sagita, 54, warga Kelurahan Tanjung Rambang, Kapak Tengah RT 2 RW 2 Prabumulih, Sumsel. Akibat tindakannya, Yongki berurusan dengan orang nomor satu di kepolisian Sumsel.


Pria yang berprofesi sebagai Ojek Online (ojol) tersebut tanpa sengaja menabrak Kapolda Sumsel saat mengantar penumpangnya, Sabtu lalu (5/1).


Meski telah memakai topi, terlihat wajah kaku dan kecemasan pria paruh baya tersebut saat menemui Kapolda di RS Bhayangkara, Minggu (6/1). Dia ingin meminta maaf langsung kepada jenderal bintang dua itu.


"Maaf pak, saya tidak sengaja,"' cetusnya sambil bersalaman dengan Kapolda Sumsel dengan disaksikan petinggi - petinggi Polda Sumsel.


Dikatakan Yongki Sagita, pada saat kejadian dirinya tengah mengantar penumpang dari 26 Ilir Palembang menuju Kenari Rajawali. Namun, kondisi jalan yang licin membuat dirinya tidak sengaja menyenggol sepeda yang dikendarai  Kapolda Sumsel.


Dikarenakan takut dikeroyok oleh warga, ia pun langsung meninggalkan tanpa menghiraukannya. "Saya benar-benar tidak tahu kalau yang saya tabrak adalah Kapolda Sumsel," katanya saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Minggu (6/1).


Setelah mengantar penumpang, dirinya pun merasa ketakutan dan langsung pulang ke rumah. Kegelisahan pun melanda hingga akhirnya ia mendatangi Kantor Grab. Ia meminta pertolongan kantor grab untuk kejelasan nasibnya. Hingga, dirinya pun langsung dijemput oleh polisi.


Saat diamankan di dalam mobil, baru dia mengetahui jika yang ditabraknya yakni orang nomor satu di kepolisian Sumsel. Dirinya pun semakin ketakutan hingga akhirnya dipertemukan dengan Kapolda Sumsel. "Alhamdulillah saya dimaafkan oleh bapak," singkatnya.


Sementara itu, Kasatlantas Polresta Palembang, Kompol Arif mengatakan, dengan maaf yang terucap dari Kapolda maka kasus tersebut dihentikan. Barang bukti, seperti motor dan pakaian pelaku pun kini telah dikembalikan kepada Yongki.


"Ya, dalam sebuah lakalantas jika korban tidak meninggal dunia dan telah dimaafkan oleh korban maka proses hukumnya tersebut batal," katanya.


Meskipun begitu, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara. Jika memang menabrak dan takut dikeroyok maka menyerahkan diri saja ke kantor polisi terdekat.


"Ada baiknya jika ditolong dulu korbannya, kalau takut lapor ke polisi terdekat," singkatnya.


Seperti diketahui, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menjadi korban tabrak lari saat sedang berkendara sepeda melintas di Jalan KS Tubun, Palembang, Sabtu (5/1).
Akibatnya, jenderal bintang dua ini harus dilarikan ke RS Bhayangkara untuk dirawat karena mengalami keseleo di bahu sebelah kiri. 

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore