Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juli 2023 | 03.19 WIB

Redho Tri Agustian Korban Mutilasi Waliyin di Sleman Ternyata Sedang Mendapat Beasiswa Meneliti Perilaku LGBT

2 pelaku mutilasi Sleman (kiri) dan korban (kanan). (Istimewa) - Image

2 pelaku mutilasi Sleman (kiri) dan korban (kanan). (Istimewa)

JawaPos.com - Fakta soal kasus mutilasi Redho Tri Agustian sedikit demi sedikit mulai terbongkar. Apalagi, soal grup tak wajar yang disebutkan aparat kepolisian soal motif dari pembunuhan sadis itu.

Fakta baru dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengungkap informasi aktivitas keseharian mahasiswa Fakultas Hukum UMY asal Pangkalpinang itu di kampus, yang kemungkinan berkaitan dengan motif kematiannya.

Wakil Rektor V Bidang Kerjasama dan Internasional UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc, mengungkapkan Redho Tri Agustian adalah mahasiswa UMY penerima dana hibah penelitian mahasiswa, program dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Republik Indonesia Tahun 2023.

Topik penelitian yang diajukan oleh Almarhum adalah mengenai perilaku menyimpang kaum gay (LGBT). Penelitian itu mengharuskan korban mengumpulkan data primer dengan berinteraksi dan memasuki kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan kelompok LGBT.

Informasi yang didapat Prof. Achmad Nurmandi bahwa Almarhum Redho Tri Agustian mencoba memasuki kelompok atau Individu yang terlibat LGBT melalui media sosial Facebook.

"Dari fakta-fakta tersebut bisa diyakini bahwa isu-isu miring mengenai Almarhum saat ini bisa dikatakan tidak benar," tegas salah satu Pimpinan di Majelis Dikti dan Litbang PP Muhammadiyah seperti diberitakan Babel Pos (Jawa Pos Grup), Selasa (25/7).

Mengingat kedua pelaku pembunuhan adalah seorang penjual kerupuk dan pelayan rumah makan yang keseharian aktifitasnya tidak ada hubungan berimbang dengan aktifitas Redho Tri Agustian sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi, dan sebagai peneliti muda, Prof. Achmad Nurmandi menduga kedua pelaku ini menjadi responden penelitian dari korban.

"Kemungkinan kedua pelaku ini responden penelitian korban tentang LGBT itu," cetus pria asal Belinyu, Bangka ini.

Prof. Achmad Nurmandi menambahkan, saat kuliah Redho Tri Agustian dikenal sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi. Korban yang mengambil jurusan hukum aktif sebagai Pengurus BEM dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di lingkup UMY.

Almarhum Redho juga menjadi Ketua Tim Peneliti dalam Program Young Sustainable Initiative (YSI) yaitu Cococ Villagepreneur: Penguatan Kapasitas Wirausaha Olahan Kelapa di Desa Jatimulyo Dalam Rangka Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Desa Tahun 2023.

Bahkan pada hari terakhir sebelum hilang, korban masih aktif mengikuti kegiatan di kampus, salah satunya rapat persiapan pelaksanaan Masa Taaruf (MATAF) UMY untuk Mahasiswa Baru Tahun 2023 hingga malam hari. Kemudian seperti diketahui, setelah Rapat Mataf UMY 2023 tersebut, korban pulang ke kostnya dan kemudian pergi keluar dijemput oleh para pelaku pembunuhan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore