
2 pelaku mutilasi Sleman (kiri) dan korban (kanan). (Istimewa)
JawaPos.com - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIJ Kombes FX Endriadi, mengungkapkan bahwa kasus mutilasi mahasiswa UMY, Redho Tri Agustian bermula dari perkenalan di media sosial. Korban dan pelaku merupakan anggota sebuah komunitas yang memiliki grup media sosial Facebook.
Komunitas tersebut dilaporkan melakukan aktivitas yang tidak wajar, namun tidak dijelaskan secara rinci. Redho, Waliyin, dan RD sering berinteraksi karena menjadi anggota komunitas yang sama.
Seperti diberitakan Pojoksatu (Jawa Pos Grup), Rabu (19/7), perkenalan antara Redho, Waliyin, dan RD terjadi sekitar 3 bulan sebelum kejadian. Komunikasi intens antara ketiganya membuat mereka sepakat untuk melakukan pertemuan atau kopi darat.
Baca Juga: iPhone 16 Pro Max Kenalkan Fitur Kamera Super Telephoto
Waliyin mengundang RD untuk datang ke Jogjakarta, yang juga bertujuan untuk bertemu dengan Redho. Setibanya di Jogjakarta, RD dijemput oleh Waliyin dan menginap di tempat kos Waliyin di Dusun Krapyak, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman.
Korban dan kedua pelaku, Redho, Waliyin, dan RD, melakukan aktivitas tidak wajar bersama-sama. Namun, tidak dijelaskan apakah aktivitas tersebut dilakukan di tempat kos Waliyin atau di lokasi lain.
Kombes Endriadi mengungkap bahwa aktivitas tidak wajar tersebut berkaitan dengan kekerasan. Kekerasan itu dilakukan secara berlebihan dan menyebabkan kematian Redho Tri Agustian.
"Mereka (korban dan pelaku) melakukan kegiatan berupa kekerasan satu sama lain dan terjadi berlebihan," ungkap Endriadi.
Baca Juga: Margot Robbie Buka-bukaan Perjuangannya Menghadirkan Film Barbie
Melihat Redho sudah tidak bernyawa, Waliyin dan RD panik dan sepakat untuk menghilangkan jejak peristiwa di malam itu. Mereka ingin menyulitkan polisi dan mencegah orang lain mengetahui kejadian tersebut.
Kedua pelaku memutuskan untuk memotong-motong tubuh korban, seperti bagian kepala, pergelangan tangan, dan kaki. Selanjutnya, mereka juga memotong bagian tubuh lainnya dari mahasiswa UMY tersebut.
Selain memotong, Waliyin dan RD merebus tubuh korban untuk menghilangkan identitasnya, termasuk sidik jari.
"Pelaku mencoba menghilangkan jejak dengan merebus bagian pergelangan tangan dan kaki untuk menghapus sidik jari korban." ungkap Endriadi.
Sampai saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai kasus mutilasi mahasiwa UMY tersebut. Bahkan, motif pembunuhan sadis itu belum diungkap aparat kepolisian.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
