Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juli 2023 | 00.46 WIB

Kronologi Perkenalan Waliyin dan Korban Mutilasi hingga Redho Tri Agustian Tewas Dimasak

2 pelaku mutilasi Sleman (kiri) dan korban (kanan). (Istimewa) - Image

2 pelaku mutilasi Sleman (kiri) dan korban (kanan). (Istimewa)

JawaPos.com - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIJ Kombes FX Endriadi, mengungkapkan bahwa kasus mutilasi mahasiswa UMY, Redho Tri Agustian bermula dari perkenalan di media sosial. Korban dan pelaku merupakan anggota sebuah komunitas yang memiliki grup media sosial Facebook.

Komunitas tersebut dilaporkan melakukan aktivitas yang tidak wajar, namun tidak dijelaskan secara rinci. Redho, Waliyin, dan RD sering berinteraksi karena menjadi anggota komunitas yang sama.

Seperti diberitakan Pojoksatu (Jawa Pos Grup), Rabu (19/7), perkenalan antara Redho, Waliyin, dan RD terjadi sekitar 3 bulan sebelum kejadian. Komunikasi intens antara ketiganya membuat mereka sepakat untuk melakukan pertemuan atau kopi darat.

Baca Juga: iPhone 16 Pro Max Kenalkan Fitur Kamera Super Telephoto

Waliyin mengundang RD untuk datang ke Jogjakarta, yang juga bertujuan untuk bertemu dengan Redho. Setibanya di Jogjakarta, RD dijemput oleh Waliyin dan menginap di tempat kos Waliyin di Dusun Krapyak, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman.

Korban dan kedua pelaku, Redho, Waliyin, dan RD, melakukan aktivitas tidak wajar bersama-sama. Namun, tidak dijelaskan apakah aktivitas tersebut dilakukan di tempat kos Waliyin atau di lokasi lain.

Kombes Endriadi mengungkap bahwa aktivitas tidak wajar tersebut berkaitan dengan kekerasan. Kekerasan itu dilakukan secara berlebihan dan menyebabkan kematian Redho Tri Agustian.

"Mereka (korban dan pelaku) melakukan kegiatan berupa kekerasan satu sama lain dan terjadi berlebihan," ungkap Endriadi.

Baca Juga: Margot Robbie Buka-bukaan Perjuangannya Menghadirkan Film Barbie

Melihat Redho sudah tidak bernyawa, Waliyin dan RD panik dan sepakat untuk menghilangkan jejak peristiwa di malam itu. Mereka ingin menyulitkan polisi dan mencegah orang lain mengetahui kejadian tersebut.

Kedua pelaku memutuskan untuk memotong-motong tubuh korban, seperti bagian kepala, pergelangan tangan, dan kaki. Selanjutnya, mereka juga memotong bagian tubuh lainnya dari mahasiswa UMY tersebut.

Selain memotong, Waliyin dan RD merebus tubuh korban untuk menghilangkan identitasnya, termasuk sidik jari.

"Pelaku mencoba menghilangkan jejak dengan merebus bagian pergelangan tangan dan kaki untuk menghapus sidik jari korban." ungkap Endriadi.

Sampai saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai kasus mutilasi mahasiwa UMY tersebut. Bahkan, motif pembunuhan sadis itu belum diungkap aparat kepolisian.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore