
MASIH KESAKITAN: SPS saat mendapat perawatan di RSUD dr Gunawan Mangunkusumo, Ambarawa, Kabupaten Semarang.
JawaPos.com – Hingga kemarin (14/7), upik 7 tahun itu masih terbaring lemas. Rencananya, operasi keempat bakal segera dia jalani sebagai buntut luka bakar yang dialaminya di punggung, pantat, dan kaki.
SPS, upik warga Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, diduga dibakar teman sepermainannya, F, 12, pada 24 Juni lalu.
Polisi menyatakan baru menerima laporannya Rabu (12/7) lalu, meskipun Arief Maulana, pendamping korban, dalam kesempatan terpisah menyebut laporan sudah diajukan sejak akhir Juni.
Arief menuturkan, korban masih sering kesakitan akibat luka bakar tersebut. Karena itu, hingga kini, dia belum bisa dimintai keterangan dengan jelas. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Polres Semarang terkait kasus tersebut.
"Bayangin saja itu luka bakar di badan belakang. Tentu, proses hukum ini akan menjadikan jelas sehingga tidak ada kabar miring. Kasihan korban," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang kemarin.
FD, kakak SPS, mengatakan, adiknya terbakar pada Sabtu (24/6) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu SPS yang hendak pergi ke warung bertemu temannya di jalan. ’’Ketemu temannya, terus dijenggung (ditoyor, Red). Temannya menyalakan korek di rambut dan roknya, terus terbakar semua,’’ ucapnya.
Sadar api sudah merembet di tubuhnya, SPS lari dan berteriak kepanasan. Tetangga yang melihatnya terbakar langsung mengabari keluarga.
SPS segera diguyur dengan air di bak masjid untuk memadamkan api, kemudian dibawa ke bidan. Dia lalu dirawat di RSUD dr Gunawan Mangunkusumo, Ambarawa, Kabupaten Semarang, selama sembilan hari.
FD menyebut sang adik sempat dibawa pulang untuk rawat jalan. Sebab, keluarga tidak punya biaya untuk perawatan maupun transportasi. Kini, SPS sudah dirawat lagi di RS yang sama.
Kasihumas Polres Semarang Iptu Pri Handayani menjelaskan, untuk mengungkap pelaku pembakaran itu, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. Mulai dari anak-anak teman bermain korban, pihak keluarga, sampai kepala dusun. "Kami dari kepolisian belum bisa menentukan pelaku pembakaran itu. Karena sampai saat ini masih dalam penyelidikan," katanya.
Handayani menjelaskan, Polres Semarang menggandeng dinas sosial dan psikolog anak untuk melakukan pendekatan kepada korban. Pihaknya juga berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk membantu meringankan biaya korban selama mendapat perawatan.
Sementara itu, M, ayah terduga pelaku pembakaran, membantah anaknya melakukan hal itu. Dia mengatakan, saat kejadian, anaknya berada di lapangan. Bahkan, dia menegaskan bahwa anaknya tak pernah bermain dengan korban. "Saat kejadian, anak saya di lapangan istirahat, habis mancing dengan teman-temannya. Mereka juga tidak berteman. Anak saya mainnya dengan anak laki-laki," paparnya. (ria/ton/c18/ttg)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
