Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Juli 2023 | 15.40 WIB

Buka MQKN 2023, Wagub Emil Dardak Minta Santri Terus Mengedukasi Umat

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak. - Image

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.

JawaPos.com–Pembukaan Musabawah Qira'atil Kutub Nasional (MQKN) 2023 dengan tema Rekontekstualisasi Turats untuk Peradaban dan Kerukunan Indonesia secara resmi dibuka. Sebanyak 2.195 santri pondok pesantren (ponpes) dan mahasantri Ma'had Aly dari 35 provinsi di Indonesia mengikuti agenda itu.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, Jawa Timur memiliki peran sebagai salah satu kutub dan rujukan dari kecendikiawanan Islam dan tonggak estafetnya berada di tangan santri.

”Kami merasa bersyukur, mudah-mudahan pesantren akan terus menjadi kutub dan center of gravity untuk peradaban dan keilmuan di Indonesia. Serta melihat generasi muda yang berilmu dan berakhlak, etos kerja baik dan berbudi pekerti luhur, juga memiliki daya saing global akan lahir salah satunya dari santri delegasi MQKN,” kata Wagub Emil.

Wagub Emil bersyukur atas kembali terselenggaranya kegiatan MQKN. Hal tersebut merupakan ajang unjuk gigi bagi para santri serta mahasantri dari seluruh Indonesia.

”Setelah 6 tahun vakum, kembali diselenggarakan dan suatu kehormatan bisa diselenggarakan di tempat yang luar biasa ini (Ponpes Sunan Drajat). Ponpes Sunan Derajat adalah salah satu ponpes yang mengedepankan bahwa santri merupakan insan yang hebat dan mampu membangun negeri di segala bidang pengabdian,” tutur Emil.

Emil menambahkan, semangat rekontekstualisasi Turats yang diusung kali ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga karya para kiai dan ulama Nusantara dan layak diperkenalkan ke seluruh dunia. ”Kita juga melakukan digitalisasi Turats tersebut. Bahkan oleh Ibu Gubernur sudah dibawa ke Saudi Arabia dan Mesir. Di sana diselenggarakan pula seminar cendikiawanan Islam di Indonesia,” ujar Emil.

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah di Jatim itu mengharapkan, MQKN tidak semata menjadi wahana untuk berlatih dan berlomba membaca Kutubul Turats melainkan mengedukasi umat.

”Saya mengharapkan ajang ini menjadi jalan mengedukasi umat untuk semakin mencintai dan membumikan model literasi peradaban Islam warisan ulama terdahulu. Untuk selanjutnya mereka juga mampu menghasilkan karya-karya hebat tersebut,” ujar Emil.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore