Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Juli 2017 | 12.46 WIB

Dikirim Dengan Pesawat, Kini Harga BBM di Daerah Perbatasan tak Lagi Rp 50 Ribu

Armada PAS yang mengangkut BBM dari Tarakan tiba di Bandara Yuvai Semaring, Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan untuk didistribusikan ke lima kecamatan di Krayan. - Image

Armada PAS yang mengangkut BBM dari Tarakan tiba di Bandara Yuvai Semaring, Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan untuk didistribusikan ke lima kecamatan di Krayan.

JawaPos.com - Berada di daerah perbatasan membuat masyarakat yang tinggal di daerah yakni Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kalatara) selama ini sangat bergantung dengan negara tetangga, Malaysia. Terutama untuk masalah pemenuhan bahan bakar minyak (BBM).


Kini ketergantungan itu mulai dikurangi, setelah PT Pertamina telah mengirim BBM ke Krayan melalui transportasi udara, yakni menggunakan Pelita Air Service (PAS).


Sehingga masyarakat Krayan tidak pusing lagi jika ada penutupan perbatasan oleh pemerintah Malaysia. Bahkan, BBM yang dibeli masyarakat lewat agen penyalur minyak solar (APMS) di Krayan memiliki harga yang sama dengan daerah lain.


"Kami pernah rasakan sulitnya mendapatkan BBM. Kalaupun ada harganya, pasti mahal sampai Rp 50 ribu per liter. Itu sangat memberatkan. Mudah-mudahan tidak terulang lagi," ujar Boy, warga Desa Long Bawan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore