Sekda Sumedang Herman Suryatman.
JawaPos.com - Pemkab Sumedang sedang menyiapkan platform layanan informasi beragam bahan pokok penting (Bapokting) di pasar-pasar. Namanya, SINDANG atau Sistem Aplikasi Perdagangan.
Aplikasi itu diperkenalkan oleh Sekretaris Daerah Herman Suryatman saat launching Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Remaja Putri dan Ibu Hamil (SINURMI) di Kantor Desa Ujungjaya, Sumedang, Selasa (11/7).
"Di SINDANG ini harga-harga komoditas atau Bapokting sebanyak enam puluh bahan pokok yang ada di pasar, setiap hari di-update di aplikasi SINDANG," ujarnya.
Dikatakan Herman, selain harga, aplikasi SINDANG memuat informasi ketersediaan atau stok barang dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa. Bahkan masyarakat bisa melihat kondisi komoditas yang ada di Sumedang.
"Semua bisa melihat kondisi komoditas yang ada di Pasar Sumedang. Harga rata-rata dan stoknya seperti apa. Jadi kalau ada kenaikan harga dan keterbatasan stok bisa terlihat di dasboard," kata Herman.
Lanjut Sekda, hal itu dinilai efektif untuk mengidentifikasi potensi inflasi karena adanya peningkatan harga.
"Itu bisa diantisiapsi Kabupaten Sumedang sehingga kita semua tinggal melakukan operasi pasar untuk melakukan treatment,"ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
