Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Juli 2023 | 19.46 WIB

Gubernur Khofifah Minta Ada Pembiasaan Bahasa Daerah Satu Hari bagi Siswa SMA/SMK dan SLB

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. - Image

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pentingnya revitalisasi bahan ajar, metodologi serta peran guru bahasa daerah sebagai ujung tombak pembangunan karakter dan pelestarian budaya daerah.

Menurut dia, guru bahasa harus bisa mengajarkan karakter penuh kearifan di tengah gencarnya arus digital teknologi yang bisa menggerus berbagai kearifan lokal. Seperti cara berbicara atau menyampaikan pesan dengan sosok yang lebih tua, seumuran, dan yang lebih muda. Ada tata krama yang harus dijaga.

"Guru bahasa tidak sekadar transfer of knowledge tapi harus bisa transfer of attitude, juga  transfer of value,” ungkap Khofifah.

Menurut Khofifah, transfer of attitude adalah roh dari semua keilmuan. Ilmu tanpa diikuti perilaku dan sikap yang baik akan menurunkan derajat keilmuan itu sendiri. Pelajaran bahasa daerah kategori muatan lokal. Tetapi bahasa daerah mengajarkan nilai, norma kehidupan sosial, sampai norma kehidupan kebangsaan dan tata krama nasional.

Dia menambahkan, tuntutan bersikap sopan santun, tata krama, unggah-ungguh, ada pada akar budaya dan terekspresikan melalui pelajaran bahasa dan budaya daerah. Salah satu hal yang menjadi fokus saat ini adalah komunikasi antara guru dan murid yang dibangun setara tetapi harus tetap menjaga sopan santun.

”Guru harusnya menjadi panutan dan teladan  dan memberikan contoh karakter yang baik. Guru harus menjadi sosok yang siap untuk digugu dan ditiru,” papar Khofifah.

Khofifah meminta ada satu hari dalam seminggu untuk berpakaian dan berbahasa daerah. Sebab bahasa dan budaya adalah dua unsur interaksi sosial yang harus dijaga kelestariannya.

”Bisa dalam sehari memakai baju daerah dan berbahasa Madura misalnya,” ujar Khofifah.

Khofifah berharap para guru selain mendidik anak-anak untuk cakap berbahasa daerah, juga mampu membuat mereka memahami akar budaya dan nilai-nilai sosial budaya serta kearifan masing-masing daerah. ”Dari peningkatan kompetensi ini mari kita didik anak-anak untuk bercakap bahasa daerah dan memahami akar budaya daerahnya,” ucap Khofifah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, para guru diharapkan bisa menguasai bahasa daerah serta mengajarkan nilai, sikap, dan perilaku. Sekaligus untuk mengembangkan kompetensi guru yang lebih profesional.

”Jika setiap Guru bisa menguasai bahasa daerah, para siswa bisa menjaga nilai sikap, attitude dan bisa mengembangkan bahasa daerah. Guru bahasa daerah harus kreatif, terutama dalam proses pembelajaran. Kita berharap siswa-siswa kita bisa mengamalkan budaya sosial kultural yang saat ini mulai tergerus budaya asing,” ucap Aries Agung Paewai.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore