
Polisi menunjukkan penjual obat terlarang bersama barang bukti puluhan ribu obat daftar G.
JawaPos.com - Satres Narkoba Polres Kabupaten Bogor menangkap SH (26) karena kedapatan mengedarkan obat-obatan terlarang. Peaku dibekuk di sebuah toko obat di kawasan Gunung Sindur. Barang bukti yang disita 32.350 butir obat tanpa izin.
Kasat Resnarkoba Polres Kabupaten Bogor AKP Andri Alam mengatakan, puluhan ribu butir obat itu terdiri dari 21.250 butir jenis Tamadol, 10.000 butir obat jenis hexymer dan 100 butir obat jenis trihexphenidyl. Penangkapan bandar atau pengedar obat-obat terlarang berdasarkan informasi masyarakat.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, kepolisian menendapatkan puluhan ribu obat-obatan golongan G tanpa disertai izin farmasi. Obat-obatan ini dijual kepada para pelajar,” ujarnya kepada INDOPOS (Jawa Pos Group), Senin, (24/7).
Ia menjelaskan, SH mengedarkan atau menjual obat terlarang ke para pelajar dengan harga Rp 2.500 perbutir atau Rp 25.000 perpapan (satu strip). ”Obat ini dijual kepada pelajar baik di wilayah Gunung Sindur hingga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek),” paparnya juga.
Para pelajar membeli obat ini lantaran harga sangat terjangkau. Mesi begitu, efek dari obat-obatan ini cukup serius.
Seperti berefek halusinasi dan penenang. ”Kalau dicampur kopi hitam, peminum obat ini bisa galak atau sangar. Efek negatif meminum obat ini di luar batas dosis adalah berujung putus saraf (gila) atau efek kesehatan lainnya seperti jantung dan lambung,” paparnya.
Andri menambahkan, dari keterangan SH sabanyak 32.350 butir obat-obatan terlarang ini biasanya habis dalam seminggu dengan omzet kotor Rp 80.875.000. "Pelaku membeli obat-obatan terlarang ini di Pasar Pramuka Jakarta. Seminggu keuntungan bersih pelaku Rp 32.350.000,” jelasnya juga.
Polisi menjerat SH dengan Pasal 196 junto 197 Undang-undang (UU) Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun dan denda maksimal Rp1,5 miliar. ”Kami masih mendalami toko obat mana saja SH mengedarkan obat-obat terlarang ini,” cetusnya juga.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
