Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Desember 2018 | 22.45 WIB

Kementan Sebut 500 Ribu Hektare Lahan Tidur Berada di Sumatera Selatan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat berbicara dalam Rapat Koordinasi Bidang Pertanian yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (6/12). - Image

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat berbicara dalam Rapat Koordinasi Bidang Pertanian yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (6/12).

JawaPos.com- Kementrian Pertanian (Kementan) bakal membangunkan lahan 'tidur' di Indonesia. Di Sumsel, Hingga kini tercatat 500 ribu hektare lahan masih 'tidur' alias belum dimanfaatkan, terutama di daerah rawa. Demikian terungkap dalam Rapat Koordinasi Bidang Pertanian yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (6/12).


Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, untuk tahap pertama pihaknya akan memanfaatkan terlebih dahulu 200 ribu hektare lahan di Sumsel. Jika ini berhasil tentunya sangat menguntungkan baik bagi petani maupun Sumsel. Pasalnya, hal ini bisa menaikkan pendapatan hingga Rp 12 triliun.


"Ini merupakan rencana besar dan perintah langsung Presiden," kata Arman.


Selain membangunkan lahan ‘tidur’, nantinya bibit yang akan ditanam merupakan varietas baru. Cocok untuk daerah rawa. Bahkan, pihaknya telah melakukan penelitian dengan menanamnya di beberapa daerah seperti di Sumsel dan di Kalimantan Selatan (Kalsel).


Varietas baru ini yaitu Inpari. Produksinya bisa mencapai 6  ton per hektare yang dahulunya hanya 2 ton per hektare. Artinya, varietas baru ini bisa menyesuaikan kondisi daerah rawa di Sumsel.


Masa panennya juga bisa sampai 3 kali. Serta dapat terintegrasi seperti memelihara ayam, ikan, tanaman sayur dan lain sebagainya.


"Jadi ini merupakan bibit unggul yang memang sudah teruji," terangnya.


Untuk mekanisme pembukaan lahan pertanian baru ini menggunakan dana sharing. Di mana pemerintah pusat akan menyediakan alat berat, bahan bakar akan disediakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dan tenaga kerja akan digaji oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.


Dengan dana sharing, maka mampu menekan biaya pembukaan lahan pertanian. Yang sebelumnya Rp 16 juta hingga Rp 19 juta per hectare, kini hanya Rp 5 juta per hektare.


"Jadi nantinya semua akan bertanggung jawab dalam membuka lahan pertanian baru ini," tutupnya.

Editor: Dida Tenola
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore