Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Maret 2017 | 19.11 WIB

Terendam Banjir, Petani Gagal Panen, Sekolah Diliburkan

Sejumlah pelajar bersepeda melintasi genangan air menuju ke sekolah. - Image

Sejumlah pelajar bersepeda melintasi genangan air menuju ke sekolah.

JawaPos.com - Hujan deras mengguyur Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sejak Minggu (5/3) malam kemarin. Akibatnya, ratusan rumah dan puluhan hektar sawah di dua desa di Kecamatan Batang Alai Selatan HST terendam Banjir.


Dua desa tersebut yakni Desa Cukan Lipai dan Desa Tanah Habang. Kurang lebih 110 rumah, 25 hektar areal persawahan, dan hasil panen, terendam banjir setinggi 50-70 sentimeter.


Selain itu banjir yang melanda Desa Cukan Lipai juga berdampak pada terganggunya kegiatan belajar mengajar. Sekolah Dasar Negeri di desa ini terpaksa diliburkan karena tergenang banjir hingga memasuki ruang kelas.


Salah seorang warga Desa Tanah Habang Hanani mengaku, sepuluh petak atau sekitar seperempat hektare sawahnya terendam banjir. "Sawah saya itu sedang masa panen. Sebagian sudah saya panen, dan diangkut ke rumah. Sebagian lagi belum sempat saya panen sama sekali dan keburu terendam," ungkapnya.


Warga lainnya Mariani juga mengeluhkan hal serupa. Sawahnya yang juga sekitar sepuluh petak habis ditelan banjir. Ironisnya, padi yang sebenarnya sudah selesai dipanen itu belum sempat dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.


"Sebenarnya sudah dipanen, tapi hasil panen itu tapi belum sempat kami pindahkan dari sawah. Semuanya habis hanyut terbawa banjir. Kalau seperti tahun-tahun sebelumnya sawah saya bisa menghasilkan sekitar 700 kilogram beras per tahunnya," ujarnya sambil berharap banjir yang datang lebih besar dari biasanya ini bisa cepat surut.


Sementara itu Camat Batang Aali Selatan HST Edy Rahmawan membenarkan hal tersebut. Dia mengaku puncak naiknya banjir di dua desa tersebut terjadi pada Senin (6/3) dini  hari sekitar pukul 00.30 Wita.


"Saat ini desa yang terkena dampak banjir di Kecamatan Batang Alai Selatan yaitu Desa Cukan Lipai, dan Desa Tanah Habang. Untuk antisipasi kami sudah melakukan pemantauan bersama dengan BPBD HST dan pihak Kepolisian," ujarnya.


Dia menjelaskan, tidak ada korban jiwa yang disebabkan oleh banjir tersebut. Namun menurutnya dampak banjir membuat rumah warna, dan lahan pertanian terendam air setinggi 50 sentimeter sampai 70 sentimeter. "Total rumah yang terendam di dua desa tersebut sekitar 110 rumah dan 25 hektar persawahan. Yang paling parah sekitar 70 rumah di Desa Cukan Lipai, dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa, atau sekitar 70 sentimeter," terangnya.


Sampai berita ini diturunkan banjir masih menggenangi dua desa tersebut. Diperkirakan banjir ini baru surut sekitar dua hari kemudian. (zay/yn/ram/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore