
Sajian utama Istana Lele dimasak hanya dengan kayu bakar.
JawaPos.com - Selera orang terhadap kuliner memang sangat beragam. Tak bisa dipaksakan. Salah satunya kuliner ikan lele, misalnya. Tentu tidak semua orang menggemari ikan berkumis yang hidup di air tawar itu.
Tapi, lain cerita jika yang disajikan adalah masakan di di depot Istana Lele, mendadak semua orang langsung menyukainya. Sebab, kuliner di tempat itu disajikan dengan cara berbeda.
Tak hanya pada cara memasaknya. Tapi juga proses sebelum memasak yang sangat detail dan berlapis-lapis. Membuat para ‘hater’ alias pembenci lele bisa khilaf dan berbalik arah menjadi pendukung bahkan loyalis ikan air tawar tersebut.
“Sudah sering kejadian. Ada rombongan yang ke sini. Sekitar satu atau dua orang dari mereka nggak suka lele. Pesan ikan gurami. Karena temannya pesan lele, terus ikut nyoba. Taunya pulang-pulang jadi penggemar lele,” kata Dedy Nurcahyono, generasi kedua pemilik Istana Lele.
Depot Istana Lele merupakan salah satu jujukan dalam perjalanan melintasi jalur kuliner di tapal kuda. Jika Anda bepergian ke Banyuwangi atau Bali melintasi pantura, pastikan menahan laju kendaraan saat memasuki Jalan Banyuwangi di Kecamatan Banyuputih, Situbondo.
Sekitar 30 menit dari pusat kota Situbondo itu terdapat tulisan Istana Lele di sisi kiri jalan. Bentuk depotnya tidak seperti restoran pada umumnya. Justru, dari depan terlihat seperti rumah warga biasa tapi dengan halaman depan yang luas. Membuat para pelintas pantura bisa dengan leluasa memarkir kendaraannya.
Total luas Istana Lele mencapai 6.200 meter persegi. Jika halaman depan digunakan untuk parkir kendaraan, sisi pinggir dan tengah depot menjadi tempat berdiri saung-saung dari kayu.
Di bagian tengah depot, terdapat lima kolam ikan dengan ukuran 3 x 4 meter. Kolam-kolam tersebut berfungsi untuk menetralisir ikan lele setelah didapat dari pengepul.
Ikan-ikan itu dimasukkan kolam dan tidak diberi makan apapun selama dua hari. Tujuannya, mengeluarkan semua sisa-sisa makanan dari ikan tersebut. “Jadi yang dinikmati nanti benar-benar murni daging lele,” kata Dedy.
Kolam-kolam tersebut senantiasa dijaga kebersihannya. Bahkan selalu mendapat aliran air yang mengucur selama 24 jam non stop.
“Makanya, kolamnya sama sekali tidak bau. Tidak seperti kolam ikan lele pada umumnya,” kata lelaki 37 tahun tersebut.
Upaya Istana Lele menjaga kualitas sajiannya tak hanya itu. Semua lele digoreng dan dibakar dengan bahan bakar kayu. Tidak ada yang menggunakan gas apalagi minyak tanah. Tradisi itu sudah bertahan sejak kali pertama mereka buka pada tahun 2002.
Selain itu, resep yang dipakai juga masih sama. Bumbunya dibuat dari campuran kunir, kemiri, dan lada. “Sejak dulu bumbu dibuat dari tangan ibu langsung,” kata Dedy.
Hasilnya, daging ikan lele lebih bersih tanpa mengorbankan rasa. Bahkan, rasanya jauh lebih gurih dibanding umumnya ikan lele. Kesegaran bumbu-bumbunya juga terasa meresap sampai daging paling dalam.
Karena bahan bakar dari kayu, proses penggorengan memang lebih lambat. Tapi bisa dipastikan tak ada daging lele yang basah. Semuanya kering matang sempurna. Tak ada satupun yang gosong. Warnanya kompak kuning.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
