
Padat Karya: Direktur Jendral Bina Pemerintah Desa, Kemendagri, Nata Irawan (kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait penggunaan dana desa, Selasa (12/12). Ari Purnomo/JawaPos.com
JawaPos.com - Keberadaan dana desa yang mencapai Rp 1 miliar akan dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan desa, mulai dari pembangunan desa, BUMDes dan juga program padat karya.
Bahkan saat ini Direktorat Jendral Bina Pemerintah Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah menyusun Surat Kesepakatan Bersama (SKB) empat menteri agar program padat karya mendapatkan alokasi dari dana desa sebesar 30 persen. Demikian seperti diungkapkan Direktur Jendral Bina Pemerintah Desa, Kemendagri, Nata Irawan disela-sela menghadiri Rakernas PAPDESI di asrama haji Donohudan, Boyolali, Selasa (12/12).
Proses penyusunan SKB empat menteri ini diperkirakan akan rampung sebelum libur Natal dan Tahun Baru. Empat menteri yang terlibat dalam SKB ini diantaranya Menteri Keuangan (Menkeu), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri PDTT) serta Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menteri PMK).
“Saat ini masih dalam pembahasan, kami berharap sebelum Natal yakni tanggal 24 Desember SKB ini sudah rampung,” terangnya.
Nata menambahkan, dalam penggunaan dana desa nantinya diharapkan pemerintah desa lebih jeli dalam menentukan skala prioritas. Jika dirasa pembangunan kurang penting atau memiliki manfaat sebaiknya tidak usah dilakukan dan dialihkan untuk kegiatan lain yang lebih penting.
Ini salah satunya untuk mengantisipasi pemborosan dan juga meningkatkan efisiensi anggaran dana desa. “Sesuai dengan Permendes, disarankan pembangunan menyasar empat prioritas. Seperti program unggulan kawasan pedesaan (Prukades), BUMDes, gedung olahraga dan juga keberadaan embung,” ucap Nata.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDES), Budiman Sujatmiko mengatakan, pemanfaatan dana desa ini salah satunya adalah untuk meningkatkan BUMDes. Menurutnya, dibandingkan dengan pembangunan infrastruktur, BUMDes lebih menjanjikan. Asalkan dalam pengelolaannya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kualitas SDM yang bagus.
“Kalau untuk infrastruktur nanti nilainya jelas akan menyusut, sedangkan untuk BUMDes jelas akan terus beranak-pinak dan semakin banyak,” terangnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
