Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Maret 2026, 07.04 WIB

Dinamika Birokrasi Makin Kompleks, ASN Dituntut Tingkatkan Kompetensi

Sekretaris BSKDN Kemendagri Noudy R.P. Tendean. (Dok. BSKDN Kemendagri) - Image

Sekretaris BSKDN Kemendagri Noudy R.P. Tendean. (Dok. BSKDN Kemendagri)

JawaPos.com - Era birokrasi modern saat ini menuntut penguatan manajemen talenta ASN. Langkah ini menjadi salah satu pilar penting bagi Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam mendukung terwujudnya birokrasi yang profesional, adaptif, kompeten, dan berdaya saing. 

Menurut Sekretaris BSKDN Kemendagri Noudy R.P. Tendean, penerapan manajemen talenta diperlukan guna memastikan setiap ASN yang memiliki potensi dan kompetensi terbaik dapat dipersiapkan serta dikembangkan secara optimal untuk menduduki posisi-posisi strategis dalam organisasi. Apalagi reformasi birokrasi telah berjalan sejak era reformasi 1998.

"Setiap ASN memiliki potensi dan kompetensi terbaik yang kemudian dapat dipersiapkan serta dikembangkan secara optimal untuk menduduki posisi-posisi strategis dalam organisasi. Itu letak pentingnya dari manajemen talenta," tegas Noudy R.P. Tendean kepada wartawan pada Rabu (11/3). 

Sebelumnya BSKDN Kemendagri menggelar Workshop Penguatan Manajemen Talenta ASN di Jakarta pada Senin (9/3). Workshop itu sebagai bagian dari upaya strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan melalui pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang lebih profesional, terencana, dan berbasis merit sistem. 

“Penyelenggaraan workshop itu merupakan bagian dari upaya strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BSKDN melalui pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang lebih profesional, terencana, dan berbasis merit sistem,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Noudy mengungkapkan, kualitas sumber daya manusia di lingkungan BSKDN selama ini telah menunjukkan capaian yang membanggakan. Hal tersebut tercermin dari berbagai prestasi yang diraih oleh ASN BSKDN dalam sejumlah kegiatan pengembangan kompetensi dan pendidikan kedinasan. 

"Tim dari BSKDN menunjukkan berbagai prestasi dari peringkat pertama, maupun peringkat yang kedua. Ini menunjukkan bahwa kualitas SDM yang ada di BSKDN itu sangat mumpuni," ungkapnya.

Sejalan dengan itu, Noudy juga menekankan peningkatan kompetensi merupakan hak sekaligus kebutuhan bagi ASN dalam menghadapi dinamika birokrasi yang semakin kompleks. Oleh karena itu, setiap kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan harus dimanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari pengembangan diri.

“Jadi saya berharap workshop manajemen talenta saat ini memberikan semangat bagi kita semua ASN di lingkungan BSKDN untuk menggali dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki," tambahnya. 

Sementara itu, perwakilan dari Kedeputian Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Junaidi Sinaga menjelaskan, sistem merit menjadi fondasi penting dalam pengelolaan ASN yang profesional dan berintegritas, sejalan dengan grand design manajemen ASN 2025–2045 dan reformasi birokrasi menuju world class bureaucracy 2045.

“Tentu di sana adalah tujuannya bagaimana menghadirkan ASN yang berintegritas, aktif dan kompeten untuk sampai pada goals bersama ini,” pungkasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore