
Kos-kosan yang terbakar
JawaPos.com - Seorang pemuda berinisial LY nekat membakar sejumlah dokumen milik sang kekasih di dalam kamar kos pacarnya. Diduga, aksi nekat LY ini karena kesal dengan pacarnya bernama Daniela.
Namun tak diduga, api yang membesar dan tak terkontrol ini justru melahap kos-kosan tersebut. Akibat kebakaran ini tiga rumah di Gang Deho 3 Perumnas III Waena ikut terbakar.
Dari kronologis yang disampaikan warga, kejadian ini terjadi Sabtu (2/9) sekitar pukul 09.00 WIT dimana ketua RT 03, Ibu Alista yang dipercaya untuk menjaga rumah kos milik Ibu Sri datang menagih ke salah satu penghuni bernama Daniala, karena sudah 3 bulan tak membayar kos.
Lalu karena persoalan pembayaran uang kos-kosan inilah antara Daniela dan kekasihnya LY terlibat pertengkaran dan Daniela memilih untuk keluar kos dan mencari kos baru. Karena emosi, sekitar pukul 10.00 WIT, LY langsung mengambil ijazah milik pacarnya ini kemudian membakarnya dan menutup pintu kamar kemudian pergi.
Sementara itu salah satu penghuni kos lain, Dortea Kafey (20) mahasiawi Uncen, saat ditemui di lokasi mengakui saat terjadi kebakaran dirinya bersama beberapa temannya berada di kos. Saat itu, Pelaku LY masuk kamar Daniel alias Rita usai bertengkar dengan pacarnya di kos putri tersebut.
Menurut Dortea, pelaku LK dan pacarnya ini sejak malam terlibat pertengkaran dan tidur sama-sama di kamar tersebut, diduga karena sama - sama mabuk malamnya. Paginya pertengkaran mereka berlanjut, hingga Daniela alias Rita ini marah dan mengusir pelaku LY dari kamar.
Namun, Daniela akhirnya yang memilih keluar kamar, sementara pelaku langsung membakar barang milik Daniela di lantai dua, hingga api membesar. “Saat api menyala membesar, dia (pelaku) hanya lihat saja, baru sudah begini orangnya sante-sante tertawa-tertawa lagi akhirnya semua terbakar," ujarnya menyesalkan.
Melihat api tersebut, Dortea mengaku langsung langsung berteriak meminta tolong. Sayangnya api terlanjut membesar dan membakar rumah kos milik Ibu Sri, rumah warga bernama Gasper, dapur milik Dani Mulyana. Api juga ikut membakar bagian belakang rumah milik Pak Heri.
Kobaran api yang mulai membesar ini juga langsung mengundang perhatian warga sekitar untuk melakukan penyelamatan dan juga pemadaman api secara manual dengan mengunakan ember dan alat seadanya. Api benar-benar bisa dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIT setelah petugas Pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Kanit Reskrim Polsek Abepura, Iptu Fatah membenarkan adanya kebakaran di Perumnas III ini. Dugaan sementara api muncul dari penghuni salah satu kos-kosan. Penyidik sendiri kini tengah mengamankan LY untuk dimintai keterangan.
"Informasi awal seperti itu, ada penghuni kos yang membakar sesuatu dan apinya menjalar karena ditinggalkan. Tapi saat ini kami masih periksa," kata Fatah sebagimana dilansir dari Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group).
Dari kebakaran ini, dikatakan yang paling besar mengalami kerugian adalah pemilik kos-kosan dengan kerugian sekitar Rp 150 juta kemudian beberapa tetangga sekitar juga terkena imbas. "Ada empat pemilik rumah yang ikut terkena imbas, namun semua masih kami inventarisir dan kuat dugaan jika ini sengaja dibakar, namun ditinggal hingga api menyala tak terkontrol," tegasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
