Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Ilham Safutra
Selasa, 3 November 2026 | 23.33 WIB

Manfaatkan Lahan Terbatas di Perkarangan untuk Produksi Bahan Pangan

Sawah Mini Mina Padi IP-500 Berbasis Biosaka yang diprogram oleh Polres Tulang Bawang Barat. (Istimewa) - Image

Sawah Mini Mina Padi IP-500 Berbasis Biosaka yang diprogram oleh Polres Tulang Bawang Barat. (Istimewa)

JawaPos.com - Bahan pangan menjadi kebutuhan pangan utama dalam setiap keluarga. Kebutuhan itu tidak semata harus dibeli dari pasar. In this economy, kebutuhan pangan keluarga bisa diproduksi sendiri dari rumah. Yakni, dengan membangun sawah mini di depan rumah.

Konsep itulah yang dibawa Polres Tulang Bawang Barat, Lampung, dan akan ditularkan kepada warga setempat. Namanya Sawah Mini Mina Padi IP-500 Berbasis Biosaka. Konsep itu dirancang agar setiap keluarga bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri di lahant terbatas.

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Himmawan Setiawan mengatakan, tujuan dari programnya itu agar setiap kepala keluarga mampu memproduksi bahan pangan. Syukur-syukur bisa menciptakan sumber penghasilan tambahan dengan memanfaatkan lahan terbatas di perkarangan rumah.

"Ini sangat efektif dan efisien untuk mendukung kedaulatan pangan mandiri keluarga. Secara nilai ekonomis juga sangat menguntungkan masyarakat," kata Himmawan di Polres Tulang Bawang Barat pada Selasa (3/11).

Himmawan menyebut program Sawah Mini Mina Padi IP-500 Berbasis Biosaka dirancang sebagai solusi konkret menghadapi tekanan ekonomi, sulitnya lapangan pekerjaan, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga ancaman perubahan iklim yang berpotensi mengganggu produksi pangan.

Di Markas Polres Tulang Bawang Barat menerapkan konsep sawah mini ini dengan menggabungkan budi daya padi dan ikan lele dalam satu kolam terpal dengan luas minimal 5 x 7 meter. Padi menjadi sumber pangan untuk konsumsi keluarga. Lele memiliki nilai jual yang dapat menjadi tambahan pendapatan rumah tangga.

Model usaha tersebut dinilai dapat menjadi alternatif kegiatan ekonomi masyarakat. Selain persoalan ekonomi, ancaman musim kemarau panjang atau fenomena El Nino. Sawah mini berbasis terpal ini dinilai lebih fleksibel karena tidak bergantung sepenuhnya pada ketersediaan lahan persawahan dan sistem irigasi konvensional.

"Kalau setiap keluarga memiliki kolam mina padi, mereka bisa memenuhi sebagian kebutuhan pangan sendiri. Lele bisa dijual, sedangkan padinya bisa dikonsumsi. Jadi ada dua nilai ekonomis yang diperoleh sekaligus," ujarnya.

Selanjutnya, program Sawah Mini IP-500 juga akan diintegrasikan dengan Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Melalui pendekatan tersebut, Polri tidak hanya membantu masyarakat mencari akses pekerjaan, tetapi juga membekali mereka keterampilan produktif untuk membangun kemandirian ekonomi.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore