
Santri saat mengolah kedelai menjadi tempe di pabrik pengolahan Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur. (Edi Yulianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah, Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menjadi bukti nyata saat kerja keras, dukungan, dan doa tak mengingkari hasil. Kerja sama antara pihak Ponpes dan FKS Foundation berhasil membuat ketahanan pangan di lingkungan santri.
Ya, mereka berhasil memadukan kerja sama melalui konsep pabrik pengolahan kedelai menjadi tempe di internal ponpes. Tak hanya di lingkungan santri, produk tempe hasil kerja keras tangan santri juga bermanfaat bagi warga sekitar.
Hasan Syarif, kepala pabrik pembuatan tempe Ponpes Al Fatah, Temboro, menyebut pihaknya mengolah kedelai sebanyak 1,3 ton per bulan untuk menjadi tempe.
"Semua dilakukan sendiri, baik santri maupun para alumni dalam pembuatannya. Sejauh ini baru 4 santri yang paten (kredibel dalam pembuatan tempe), dibantu oleh delapan santri lainnya," ucap Hasan.
Baca Juga:Pondok Pesantren Baitul Arqom Siap Sukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Melalui Kemandirian Pangan
Ke depannya, proses pembuatan tempe itu akan terus ditingkatkan meski pasokan bahan baku (kedelai) masih diambil dari sekitar Magetan hingga Madiun, Jawa Timur.
Namun, berkat dukungan langsung dari semua pihak, terlebih FKS Foundation, pihaknya antusias bakal terus berkembang.
"Pemanfaatan pembuatan tempe ini tak hanya dinikmati oleh santri, tapi juga masyarakat sekitar," lanjut Hasan. "Karena alasan awal pembuatan pabrik ini adalah memenuhi ketahanan pangan sendiri khusus santri, dah bisa menjadi pembelajaran bagi mereka. Setelah itu, bermanfaat bagi warga lainnya."
Baca Juga:2 Tahun Prabowo-Gibran, IKAPPI Ingatkan Ketahanan Pangan Tak Cukup hanya Andalkan Cadangan Beras
Setelah ini, pihaknya berupaya keras menjadikan produk tempe ini sebagai tonggak awal. Pasalnya, melalui dukungan dari FKS Foundation, pihaknya bisa membuat produk turunan (dari kedelai) ke depannya seperti kecap.
"Tak hanya itu, kami juga ada rencana kembangkan budidaya padi dan kedelai bersama FKS, apalagi masih banyak lahan yang belum tergarap di wilayah pondok pesantren," jelas Hasan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022