
Ilustrasi BBM. (freepik)
JawaPos.com - Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Provinsi Riau masih terjadi meskipun kuota bahan bakar minyak (BBM) disebut telah terpenuhi. Kondisi tersebut mendorong Anggota Komisi VI DPR RI dari Daerah Pemilihan Riau I, Dewi Juliani, meminta pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh serta mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut.
Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya telah mengusulkan penambahan kuota BBM. Namun, kata Dewi, penambahan alokasi tidak akan menyelesaikan persoalan apabila penyalurannya belum berjalan secara optimal dan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"BBM harus tersalurkan secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai peruntukannya demi kepentingan masyarakat," kata Dewi kepada wartawan, Selasa (20/10).
Politikus Fraksi PDI Perjuangan tersebut menyoroti perlunya pengawasan yang lebih ketat, evaluasi sistem penyaluran, serta koordinasi lintas instansi.
Dewi menilai, kondisi antrean yang masih terjadi di berbagai SPBU perlu dijelaskan secara terbuka. Sebab, jika kuota yang tersedia telah mencukupi dan pemerintah daerah juga mengajukan tambahan alokasi, perlu dipastikan bahwa BBM benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia meminta pemerintah menelusuri proses distribusi sejak penetapan alokasi hingga penyaluran ke SPBU. Evaluasi tersebut juga perlu mengidentifikasi kemungkinan adanya hambatan operasional maupun penyimpangan yang menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan BBM.
Menurut Dewi, penambahan kuota seharusnya menghasilkan perbaikan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya menambah jumlah alokasi tanpa mengatasi persoalan di lapangan.
"Bukan sekadar menambah angka alokasi tanpa menyelesaikan persoalan antrean," tegasnya.
Selain mengevaluasi distribusi, Dewi mendorong Pertamina, pemerintah daerah, dan instansi terkait memperkuat pengawasan serta memperbaiki koordinasi. Setiap hambatan penyaluran perlu segera ditindaklanjuti, sementara dugaan pelanggaran harus ditelusuri berdasarkan bukti yang tersedia.
Ia menekankan, kehadiran perwakilan pemerintah, DPR, Pertamina, dan organisasi masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan persoalan distribusi BBM di Riau. Evaluasi tidak hanya menyangkut kecukupan kuota, tetapi juga mekanisme penyaluran, efektivitas pengawasan, dan penanganan dugaan penyimpangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022