Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 September 2026 | 01.21 WIB

KSM Gaet Universitas Kepanjen Sasar 18 SMK di Malang Raya, Buka Akses Kuliah Sambil Magang di Taiwan

Program Kuliah Sambil Magang (KSM) mulai membidik siswa SMK di Malang Raya sebagai calon peserta program pendidikan tinggi yang memadukan perkuliahan dengan pengalaman kerja luar negeri. (Istimewa). - Image

Program Kuliah Sambil Magang (KSM) mulai membidik siswa SMK di Malang Raya sebagai calon peserta program pendidikan tinggi yang memadukan perkuliahan dengan pengalaman kerja luar negeri. (Istimewa).

JawaPos.com — Program Kuliah Sambil Magang (KSM) mulai membidik siswa SMK di Malang Raya sebagai calon peserta program pendidikan tinggi yang memadukan perkuliahan dengan pengalaman kerja luar negeri.

Langkah ini dikembangkan dalam semangat Kuliah Berdampak dari Kemendiktisaintek dengan menggandeng Universitas Kepanjen (UK) guna membuka akses pendidikan sarjana bagi lulusan SLTA yang ingin melanjutkan studi namun terkendala kemampuan finansial keluarga.

Sosialisasi program tersebut terutama menyasar SMK yang memiliki jurusan Perhotelan atau Pariwisata karena kompetensinya dinilai paling linier dengan kurikulum program studi S1 Pariwisata di Universitas Kepanjen serta kebutuhan industri hotel mitra di luar negeri.

Di wilayah Kabupaten Malang, KSM memetakan sekitar 18 SMK negeri maupun swasta yang memiliki konsentrasi keahlian pariwisata atau perhotelan. Setiap sekolah diperkirakan menampung sekitar 50 hingga 60 siswa pada jurusan tersebut, sehingga potensi calon peserta yang dapat diserap ke dalam program KSM terbilang cukup besar.

Sosialisasi ke belasan sekolah ini menjadi langkah awal sebelum para siswa mendapatkan pemaparan lebih mendalam mengenai mekanisme perkuliahan, persiapan keberangkatan, hingga peluang berkarier di industri hospitality internasional.

Inisiator sekaligus Direktur KSM Lilik Widyawati menuturkan bahwa gagasan ini berakar dari realitas banyaknya generasi muda yang terpaksa mengubur impian menempuh pendidikan tinggi semata-mata karena persoalan ekonomi.

"Masih banyak lulusan SLTA yang memiliki keinginan kuliah tetapi terbentur persoalan biaya. Makanya saya menggagas KSM ini, sebagai bentuk visi misi kepedulian kami dengan keadaan saat ini," ungkap Lilik, Jumat (02/10/2026).

Lilik menjelaskan, mahasiswa KSM akan menempuh pendidikan pada program S1 Pariwisata dengan total masa studi selama empat tahun. Skema yang dirancang memungkinkan mahasiswa tidak hanya mengantongi ijazah akademik formal, melainkan juga memperoleh keterampilan kerja praktis dan kemandirian finansial.

Pada semester pertama, mahasiswa terlebih dahulu menjalani perkuliahan di kampus sekaligus mengikuti serangkaian pembekalan dan pelatihan persiapan magang. Memasuki semester berikutnya, mahasiswa berkesempatan menjalani masa magang kerja di industri mitra maksimal selama dua tahun atau separuh dari keseluruhan masa studi sebelum akhirnya kembali ke kampus untuk merampungkan perkuliahan sarjana mereka.

Untuk tahap awal, KSM telah menjalin kemitraan resmi dengan sejumlah jaringan hotel di Taiwan sebagai destinasi utama penempatan magang kerja mahasiswa. Selain Taiwan, KSM tengah mempersiapkan perluasan kerja sama penempatan magang ke negara lain seperti Jepang dan Turki sesuai dengan kesepakatan mitra di masing-masing negara.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore