Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 September 2026 | 20.46 WIB

Polda Gorontalo Identifikasi Kerangka Manusia Diduga Remaja Perempuan

Direktur Ditreskrimum Polda Gorontalo Kombespol Teddy Rachesna (kiri) menunjukkan barang bukti terkait temuan kerangka manusia, Sabtu (26/9). (Zulkifli Polimengo/Antara) - Image

Direktur Ditreskrimum Polda Gorontalo Kombespol Teddy Rachesna (kiri) menunjukkan barang bukti terkait temuan kerangka manusia, Sabtu (26/9). (Zulkifli Polimengo/Antara)

JawaPos.com - Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Gorontalo, mulai melakukan pemeriksaan intensif terhadap temuan kerangka manusia yang diduga sebagai jasad seorang perempuan berinisial E alias Echa, yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Kabiddokkes Polda Gorontalo Ajun Komisaris Besar Polisi Dhiwangkoro Aji Kadarmo mengatakan, sebelumnya pihak kedokteran forensik telah menerima kantong jenazah berisi kerangka yang diduga manusia pada Jumat (25/9).

Pemeriksaan forensik kemudian dilakukan pada Sabtu (26/9), mulai pukul 14.10 sampai pukul 16.00 wita, di ruang instalasi kedokteran forensik Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo, melibatkan 12 orang tim gabungan.

Dari hasil pemeriksaan awal, kata dia, tim forensik memastikan temuan tersebut merupakan satu kerangka manusia utuh, dengan kondisi tidak lengkap dan telah mengalami proses pembusukan tingkat lanjut atau penulangan.

Dia menjelaskan, proses identifikasi dilakukan secara ilmiah menggunakan metode kedokteran forensik, berdasar surat permohonan fisik dari kepolisian setempat, namun metode identifikasi sidik jari dipastikan tidak dapat dilakukan.

Menurut dia alasan beberapa metode tidak dapat dilakukan, karena tim forensik tidak menemukan adanya bagian jari pada kerangka manusia tersebut.

Meski demikian, tim forensik berhasil mengidentifikasi parameter umum dari kerangka tersebut dengan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kerangka manusia itu berjenis kelamin perempuan, berasal dari ras Mongoloid, dengan estimasi usia berkisar antara 17 sampai 25 tahun.

Berkaitan dengan hilangnya perempuan bernama Echa pada Juli 2026, kepolisian bergerak cepat untuk mencocokkan data.

Pada Sabtu (26/9) malam kedua orang tua dari perempuan tersebut dijadwalkan menjalani pengambilan sampel DNA sebagai pembanding.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore