Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 September 2026 | 18.44 WIB

PBB Kecam Pembunuhan 2 Warga Sipil Palestina di Tepi Barat

Ilustrasi: Kehancuran di Tepi Barat, Gaza, Palestina. Menlu AS Marco Rubio mengecam negara-negara eropa yang mau mengakui Negara Palestina. (Jehad Alshraf/AP Photo) - Image

Ilustrasi: Kehancuran di Tepi Barat, Gaza, Palestina. Menlu AS Marco Rubio mengecam negara-negara eropa yang mau mengakui Negara Palestina. (Jehad Alshraf/AP Photo)

JawaPos.com - PBB mengecam pembunuhan terhadap dua warga sipil Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan oleh pihak pendudukan, sekaligus menyoroti memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza.

Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric mengatakan pembunuhan terhadap Omar al-Naasan (19) dan Khalil Shehada (16) di Desa Al-Mughayyir merupakan peristiwa mengejutkan.

"PBB mengecam pembunuhan warga sipil, khususnya warga sipil Palestina, ini," kata Dujarric kepada wartawan, dilansir dari Antara, Jumat (4/9).

PBB juga menyampaikan keprihatinan sangat mendalam atas berlanjutnya kekerasan oleh pihak-pihak yang menduduki, yang bertindak semena-mena dalam serangan terhadap warga sipil, harta benda, dan cara hidup warga Palestina, kata Dujarric.

Dujarric mengatakan otoritas Israel harus mengambil tindakan untuk mencegah kekerasan lebih lanjut dan meminta pertanggungjawaban pihak yang terlibat.

"Sudah menjadi tanggung jawab otoritas Israel untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan guna memenuhi kewajibannya dan meminta pertanggungjawaban orang-orang yang terlibat atas kekerasan ini," tegasnya.

Terkait Gaza, Dujarric mengatakan tim dari PBB telah mengumpulkan ratusan paket bantuan kemanusiaan dari pos perbatasan Kerem Shalom, yang berisi popok dewasa, tas sekolah, serta makanan untuk bayi dan anak-anak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sejak Oktober 2023, PBB dan mitranya telah mendukung evakuasi medis terhadap lebih dari 13.000 pasien dari Gaza, termasuk 6.000 lebih anak-anak.

Namun demikian, ribuan pasien masih sangat memerlukan perawatan medis khusus yang tidak tersedia di Gaza.

Dujarric mengatakan WHO mendesak agar jalur rujukan di Tepi Barat segera dibuka kembali, termasuk akses ke rumah sakit di Yerusalem Timur; sementara ambulans dan peralatan medis yang saat ini dilarang masuk ke Gaza harus diizinkan masuk.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore