Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 September 2026 | 21.12 WIB

Soal Kematian Serda Ahmad Muzammil Farisa, Ibunda: Hati Saya Benar-benar Hancur

Foto keluarga mendiang Serda Ahmad Muzammil Farisa terpampang di rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN - Image

Foto keluarga mendiang Serda Ahmad Muzammil Farisa terpampang di rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN

JawaPos.com - Kematian Serda Ahmad Muzammil Farisa yang dianiaya seniornya membuat keluarga terpukul. Apalagi, Prajurit TNI AU berusia 22 tahun itu dikenal sebagai sosok anak yang baik.

Retno Setyorini, ibunda dari Serda Ahmad Muzammil Farisa mengatakan pria yang akrab disapa Faris itu merupakan anak penurut, pendiam, ramah, dan menjadi kebanggaan keluarga.

Kini, kenangan tentang Faris tersisa di rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan.

Di tengah luka kehilangan putranya, Retno masih mengingat betul kebiasaan Faris yang selalu berusaha menjaga salat lima waktu.

’’Sebagai seorang ibu, hati saya benar-benar hancur. Sepanjang hidupnya, anak saya tidak pernah sekalipun membantah perkataan orang tua. Dia anak yang hebat dan penurut,’’ tutur Retno, dikutip Radar Madiun (Jawa Pos Group), Rabu (16/9).

Menjaga salat menjadi salah satu pesan yang selalu disampaikan Retno kepada Faris. Setiap berkomunikasi melalui telepon, dia tak pernah lupa mengingatkan putranya agar tidak meninggalkan kewajiban tersebut.

Pesan itu, menurut Retno, benar-benar dipegang Faris. Dia mengaku mendapat cerita dari senior putranya di Lanud Halim Perdanakusuma bahwa Faris dikenal disiplin menjalankan salat.

Namun, Kamis (10/9) dini hari menjadi waktu yang tak akan mudah dilupakan Retno. Sekitar pukul 04.15, selepas bangun dan bersiap melaksanakan salat Subuh, dia menyalakan ponselnya.

Rentetan panggilan tak terjawab dan pesan WhatsApp memenuhi layar. Firasat buruk seketika muncul. Retno kemudian menghubungi salah seorang rekan seangkatan Faris dari letting 53.

Saat itu, dia belum mendapatkan penjelasan mengenai kondisi putranya dan hanya diminta bersabar serta ikhlas. Kepastian yang menghancurkan hati justru didapat ketika Retno membuka grup WhatsApp paguyuban orang tua letting 53. Ucapan belasungkawa telah memenuhi percakapan.

Editor: Bintang Pradewo
Sumber: Radar Madiun
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore